Wali Kota Sungai Penuh temui Menteri Lingkungan Hidup bahas soal pengelolaan sampah
JAMBI – Langkah cepat Pemerintah Kota Sungai Penuh dalam membenahi persoalan persampahan berbuah dukungan konkret dari pemerintah pusat. Upaya tersebut ditandai dengan audiensi langsung Wali Kota Sungai Penuh, Alfin, bersama Menteri Lingkungan Hidup RI, Hanif Faisol Nurofiq, di Jakarta.
Pertemuan yang berlangsung di kantor Kementerian Lingkungan Hidup RI itu menjadi momentum penting bagi Pemkot dalam menyampaikan kondisi riil pengelolaan sampah di daerah. Di hadapan menteri, Alfin memaparkan sejumlah tantangan mendesak, mulai dari keterbatasan armada pengangkut, kapasitas Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) yang belum optimal, hingga kebutuhan alat berat untuk menekan volume timbulan sampah.
“Kami memaparkan kondisi di lapangan secara terbuka. Respons Pak Menteri sangat positif dan beliau menyatakan siap membantu sarana prasarana yang kami butuhkan,” ujar Alfin.
Menteri Lingkungan Hidup RI, Hanif Faisol Nurofiq, memberikan sinyal dukungan penuh. Pemerintah pusat berkomitmen menyalurkan bantuan berupa ekskavator dan mesin press sampah guna memperkuat sistem pengelolaan di Kota Sungai Penuh. Realisasi bantuan tersebut ditargetkan mulai berjalan pada Maret 2026.
Kehadiran alat berat dan mesin press diyakini mampu mempercepat proses pemadatan, mengurangi beban penumpukan di TPST, serta meningkatkan efisiensi operasional layanan kebersihan.
Tak hanya soal bantuan peralatan, Sungai Penuh juga dipersiapkan menjadi salah satu proyek percontohan (pilot project) penanganan sampah di wilayah Sumatera. Status ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas keseriusan pemerintah daerah dalam membangun sistem pengelolaan yang lebih terintegrasi dan modern.
Alfin menegaskan, dukungan pusat akan diimbangi dengan pembenahan internal. Pemerintah kota telah menyiapkan langkah lanjutan, mulai dari perbaikan manajemen pengangkutan, optimalisasi fungsi TPST, hingga penerapan teknologi untuk menekan volume sampah sejak dari sumbernya.
“Kami ingin dukungan ini benar-benar berdampak nyata. Targetnya jelas, pengelolaan sampah lebih efektif dan lingkungan kota semakin bersih serta sehat,” tegasnya.
Secara nasional, isu persampahan masih menjadi pekerjaan rumah besar. Sejumlah daerah menghadapi persoalan klasik seperti keterbatasan lahan TPA, lonjakan produksi sampah rumah tangga, hingga minimnya teknologi pengolahan. Dalam konteks ini, kolaborasi antara pemerintah daerah dan pusat dinilai menjadi kunci agar sistem pengelolaan berjalan berkelanjutan.
Bagi Sungai Penuh, momentum ini bukan sekadar soal bantuan alat, melainkan peluang mempercepat reformasi tata kelola sampah. Dengan dukungan sarana dan pendampingan kebijakan, beban operasional dapat ditekan sekaligus meningkatkan kualitas layanan kebersihan bagi masyarakat.
Alfin juga menyampaikan apresiasi kepada Anggota DPR RI Daerah Pemilihan Jambi, Rocky Chandra, yang memfasilitasi komunikasi dengan kementerian. Jembatan koordinasi tersebut dinilai mempercepat penyampaian aspirasi daerah ke tingkat pusat.
Ke depan, sinergi lintas level pemerintahan diharapkan tidak berhenti pada pengadaan peralatan, tetapi juga membuka ruang dukungan program lain yang berkaitan dengan pengelolaan lingkungan hidup. Dengan komitmen bersama, Sungai Penuh optimistis dapat bertransformasi menjadi kota yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.