Kapolda Jambi, Irjen Pol Krisno Halomoan Siregar
JAMBI – Kapolda Jambi, Irjen. Pol. Krisno H Siregar menegaskan pentingnya peran strategis bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) sebagai garda terdepan dalam menjaga marwah institusi Polri. Seluruh personel Propam diminta untuk adaptif, humanis, dan berkeadilan dalam menjalankan tugas dan fungsinya.
Penegasan tersebut disampaikan Kapolda saat membuka Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam) Tahun Anggaran 2026 di Mapolda Jambi. Hal itu disampaikan oleh Kabid Humas Polda Jambi, Erlan Munaji, di Jambi, Sabtu (28/2/2026).
Dalam arahannya, Kapolda menekankan bahwa pengawasan internal merupakan pondasi utama dalam mendukung pembangunan institusi Polri sekaligus menyukseskan program pemerintah tahun anggaran 2026. Menurutnya, fungsi pengawasan tidak lagi dapat dijalankan dengan cara-cara konvensional di tengah meningkatnya ekspektasi publik terhadap transparansi dan akuntabilitas.
Pengawasan yang dilakukan oleh personel di bidang Propam harus bisa menyesuaikan dengan perkembangan dan dinamika masyarakat, serta mengedepankan sikap humanis dan berkeadilan,” kata Kombes Pol Erlan mengutip arahan Kapolda.
Ia menambahkan, derasnya arus informasi dan pesatnya perkembangan media online membuat pengawasan publik terhadap Polri semakin tinggi. Masyarakat kini memiliki ruang luas untuk berperan dalam fungsi kontrol sosial. Kondisi ini menuntut Propam untuk bekerja lebih responsif, profesional, dan terbuka terhadap kritik.
Tak hanya itu, peningkatan kapasitas sumber daya manusia juga menjadi perhatian utama. Kapolda mendorong agar personel Propam dibekali pelatihan berkelanjutan, khususnya dalam teknik pemeriksaan dan interogasi, sehingga setiap proses penegakan disiplin berjalan sesuai prosedur dan standar profesional.
Kapolda juga mengingatkan agar setiap tindakan yang diambil memiliki legitimasi yang jelas dan berlandaskan aturan, guna menghindari potensi perlawanan maupun gugatan terhadap petugas. Dalam penegakan disiplin, pendekatan yang digunakan harus mempertimbangkan kondisi fisik personel dan menghindari tindakan kekerasan.
Sebagai satuan kerja yang diberi kewenangan menjaga kebersihan dan kehormatan institusi, Propam dituntut menjadi teladan dalam integritas, sikap, dan perilaku. Profesionalisme dan ketegasan, lanjutnya, harus berjalan seiring dengan nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan.
Rakernis Bidpropam 2026 ini pun menjadi momentum strategis untuk menyamakan persepsi, memperkuat sinergi pengawasan internal, serta meningkatkan kualitas kinerja personel dalam mendukung terwujudnya Polri yang Presisi dan semakin dipercaya masyarakat.