Menteri ESDM Bahlil Lahadalia
VOJNEWS.ID – Di tengah gejolak harga batu bara dunia dan upaya penataan ulang Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB), Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan pasokan batu bara untuk pembangkit listrik milik PT PLN (Persero) tetap aman dan terkendali.
Penegasan itu disampaikan Bahlil saat memberikan keterangan pers di Jakarta, Selasa (3/3/2026). Ia menekankan, pemerintah saat ini tengah menata ulang RKAB untuk komoditas batu bara dan nikel guna menyeimbangkan produksi dengan kebutuhan pasar.
“RKAB untuk batubara dan nikel itu memang kita lagi tata, kita melakukan penyesuaian. Kenapa kita menata? karena memang ini kita hitung betul antara supply dan demand. Idealnya adalah batubara kita produksi banyak, volumenya besar, tapi harganya juga harus bagus,” ujar Bahlil.
Bahlil memaparkan, Indonesia saat ini menyumbang sekitar 43 persen dari total kebutuhan batu bara dunia yang diperkirakan mencapai 1,3 miliar ton per tahun. Produksi nasional berada di kisaran 500–550 juta ton. Namun ironisnya, dominasi pasokan tersebut tidak otomatis membuat Indonesia mampu mengendalikan harga.
“Kita menyuplai kurang lebih sekitar 500 sampai 550 juta ton. Tapi apa yang terjadi? harganya bukan kita yang mengendalikan, harganya di luar yang mengendalikan. Idealnya harganya bagus karena supply dan demand,(faktanya) supply besar, demand sedikit, maka harganya jadi kurang,” jelasnya.
Kondisi ini menjadi salah satu alasan pemerintah melakukan penataan RKAB agar produksi tetap terukur, tidak berlebihan, dan tetap memberikan nilai ekonomi optimal bagi negara serta pelaku usaha.
Di tengah dinamika global, Bahlil memastikan kebutuhan dalam negeri tetap menjadi prioritas utama, khususnya untuk pembangkit listrik nasional.
“Untuk kebutuhan PLN, saya pastikan sampai dengan bulan Maret-April, no issue,” tegasnya.
Jaminan tersebut menjadi krusial mengingat pasokan batu bara merupakan tulang punggung pembangkit listrik di Indonesia. Gangguan pasokan berpotensi berdampak langsung pada stabilitas kelistrikan nasional.
Pemerintah, kata Bahlil, terus memantau kualitas dan harga batu bara domestik agar tetap ekonomis, sekaligus menjamin ketersediaan pasokan bagi PLN.