Ilustrasi Satpol PP sita gerobak kopi keliling
JAMBI – Tindakan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Jambi yang menyita gerobak milik pedagang kopi keliling di kawasan Kota Baru menuai sorotan.
Selain dipersoalkan karena gerobak dibawa ke kantor dengan dalih pendataan, proses administrasi yang dilakukan Satpol PP juga diduga tidak memenuhi unsur legalitas dokumen.
Para pedagang mengaku gerobak mereka dibawa petugas ke Kantor Satpol PP Kota Jambi untuk keperluan pendataan. Namun, setelah tiba di kantor, gerobak tidak dapat langsung dibawa pulang.
Sebagai syarat pengambilan, para pedagang diminta menandatangani surat pernyataan yang menyebut mereka telah melanggar Peraturan Daerah (Perda).
Persoalan muncul setelah isi surat tersebut diperiksa. Dokumen yang dijadikan dasar penandatanganan itu diduga tidak memiliki nomor surat, tidak mencantumkan tanggal, bulan, maupun tahun penerbitan.
Selain itu, surat tersebut juga tidak ditandatangani oleh Kepala Satpol PP Kota Jambi ataupun Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS), melainkan hanya ditandatangani oleh petugas bertuliskan Tibum dan Transmas.
Kondisi tersebut memunculkan dugaan adanya cacat administrasi dalam penerbitan dokumen yang menjadi dasar pemberian sanksi kepada pedagang.
Ketua Perkumpulan Pegiat Kopi Jambi (PPKJ), Juanda Atmajaya, menilai dokumen tersebut tidak memenuhi unsur administrasi yang semestinya dimiliki sebuah surat resmi pemerintah.
“Disini sangat disayangkan nomor suratnya tidak ada, ini saya ada buktinya. Kalau menurut saya ini cacat administrasi,” katanya.
Pernyataan Juanda bukan tanpa alasan. Dalam tata kelola administrasi pemerintahan, nomor surat merupakan identitas resmi sebuah dokumen untuk menjamin legalitas, memudahkan registrasi, pengarsipan, serta menjadi dasar pertanggungjawaban hukum.
Ketiadaan nomor surat dan identitas penerbit berpotensi menimbulkan pertanyaan mengenai keabsahan dokumen tersebut.
Sementara itu, saat dikonfirmasi, Kepala Satpol PP Kota Jambi mengakui dokumen tersebut memang belum memiliki nomor surat. Ia berdalih administrasi masih dalam proses registrasi.
“Kemaren masih dalam proses kawan poto-poto, belum baik ke atas. Baru tanda terima, masih nak di registrasi dulu. Kalau mau dinomorkan nanti hari senin,” ujarnya.