Direktur RSUD Raden Mattaher Jambi, drg. Iwan Hendrawan, MARS
JAMBI – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raden Mattaher Provinsi Jambi menyatakan kesiapan untuk menerima dan menangani pasien yang mengalami gangguan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di tengah kondisi kabut asap yang semakin pekat akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).
Direktur RSUD Raden Mattaher Jambi, drg. Iwan Hendrawan, MARS, mengatakan pihak rumah sakit telah menyiapkan fasilitas dan ruang isolasi sesuai standar untuk menangani pasien dengan gangguan pernapasan.
“Ruangan untuk ISPA sudah standart, ruangan isolasi sudah ada. Insyaallah siap,” katanya, Senin (25/8/2026).
Meski demikian, Iwan mengungkapkan hingga saat ini belum terjadi peningkatan signifikan jumlah pasien yang menjalani perawatan akibat gangguan pernapasan.
“Sampai saat ini peningkatan pasien yang kami rawat itu belum ada, masih standart penyakit paru,” ujar Iwan.
Namun, ia mengingatkan masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan. Pasalnya, paparan asap yang semakin pekat dikhawatirkan dapat memperburuk kondisi kesehatan, terutama bagi warga yang memiliki riwayat penyakit paru-paru dan gangguan pernapasan.
“Dikhawatirkan dengan asap yang semakiin pekat yang tadinya hanya penyakit baru, bisa saja menyebabkan pasien sesak nafas dan bisa dirawat,” jelasnya.
Untuk mengantisipasi dampak buruk kabut asap terhadap kesehatan, RSUD Raden Mattaher mengimbau masyarakat, khususnya penderita penyakit paru dan ISPA, untuk menggunakan masker saat beraktivitas, terutama di luar ruangan.
“Kedepannya bagi yang mempunyai penyakit paru ISPA diharapkan menggunakan masker,” pungkasnya.