Jalan Lintas Sumatera Jambi-Riau
JAMBI – Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Jambi memastikan kondisi jalan nasional di Provinsi Jambi dalam keadaan relatif baik menjelang arus mudik dan balik Lebaran 2026. Tingkat kemantapan jalan nasional di wilayah ini tercatat mencapai 91,3 persen, sehingga dinilai cukup siap mendukung kelancaran perjalanan para pemudik.
Kepala BPJN Jambi, Dedy Hariadi, di Kota Jambi, Kamis, menjelaskan bahwa secara umum kondisi jalan dan jembatan yang berada di bawah kewenangan BPJN berada dalam kondisi layak dilalui.
Dari total 1.318 kilometer panjang jalan nasional di Provinsi Jambi, sebanyak 1.205 kilometer atau 91,3 persen berada dalam kondisi mantap.
Ia merinci kondisi jalan tersebut terdiri dari 550,6 kilometer (41,7 persen) dalam kondisi baik dan 654,3 kilometer (49,6 persen) dalam kondisi sedang. Sementara itu, terdapat 99,9 kilometer (7,5 persen) jalan rusak ringan serta 14 kilometer (1,07 persen) rusak berat.
Adapun ruas jalan yang menjadi kewenangan BPJN Jambi berdasarkan Keputusan Menteri PUPR Nomor 430/KPTS/M/2022 terbagi dalam empat kategori.
Ruas Lintas Timur memiliki panjang 377,2 kilometer, Lintas Tengah sepanjang 229,6 kilometer, Lintas Penghubung mencapai 523,2 kilometer, serta Non Lintas sepanjang 71 kilometer.
Untuk meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan, BPJN Jambi juga terus melakukan perbaikan, terutama dengan menutup lubang-lubang jalan yang berpotensi membahayakan pengendara.
Dari total 5.260 lubang yang terdata di ruas jalan nasional, hingga 4 Maret 2026 BPJN telah menutup 3.842 lubang atau sekitar 73 persen. Sementara 1.434 lubang yang tersisa ditargetkan selesai diperbaiki hingga 10 Maret 2026.
Selain jalan, BPJN juga memastikan kondisi jembatan yang menjadi tanggung jawab mereka cukup baik. Dari total 284 jembatan yang ada di Provinsi Jambi, tingkat kemantapannya mencapai 80,6 persen.
Meski demikian, BPJN tetap mewaspadai sejumlah titik rawan bencana yang berpotensi mengganggu kelancaran arus mudik. Berdasarkan hasil pemetaan, terdapat 91 titik rawan bencana, terdiri dari 12 titik rawan banjir dan rob serta 79 titik rawan tanah longsor.
Ancaman longsor paling serius berada di sejumlah ruas lintas penghubung, terutama di wilayah Merangin, Kerinci, Sarolangun, dan Kota Sungai Penuh.
Sebagai langkah antisipasi selama periode mudik Lebaran, BPJN Jambi juga menyiapkan posko mudik di setiap kabupaten dan kota di Provinsi Jambi. Posko tersebut akan mulai disiagakan pada 10 hingga 29 Maret 2026 guna mendukung kelancaran perjalanan serta memberikan pelayanan bagi para pemudik.