Gubernur Jambi, Al Haris
JAMBI – Gubernur Jambi, Al Haris, angkat bicara terkait beredarnya video dirinya saat menyampaikan kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, bahwa tidak ada lagi titik api kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Jambi.
Pernyataan tersebut disampaikan Al Haris dalam rapat koordinasi penanganan Karhutla bersama Presiden Prabowo Subianto secara virtual pada Senin (24/8/2026).
Al Haris menjelaskan, informasi yang disampaikannya kepada Presiden saat itu berdasarkan data yang diterima sebelum rapat berlangsung.
Menurutnya, pada pagi hari tidak ditemukan titik api baru dan lokasi kebakaran yang sebelumnya terjadi masih dalam tahap pendinginan
“Pagi waktu kita rapat itu tidak ada titik api baru, yang ada itu dalam proses pendinginan. Kalau sore nya ada itu kemarau sehingga api nya bisa muncul kapan pun,” kata Al Haris.
Ia menjelaskan, kondisi Karhutla di Jambi sangat dinamis, terutama di tengah musim kemarau dan kebakaran yang terjadi di kawasan lahan gambut.
Hal itu, kata Al Haris, dibuktikannya langsung saat turun ke lokasi Karhutla di Kabupaten Sarolangun sehari setelah rapat bersama Presiden.
“Kemarin saya turun langsung ke Sarolangun, setelah saya keluar dari lokasi sekitar 10 menit dapat info api sudah ada lagi. Itulah lahan gambut karena apinya cepat membakar,” ujarnya.
Menurut Al Haris, api di lahan gambut memiliki karakteristik berbeda karena bara api dapat tersimpan di bawah permukaan tanah. Meski api di permukaan telah dipadamkan, potensi munculnya kembali api masih tetap ada sehingga proses pendinginan harus dilakukan secara maksimal.
“Kemarin ada sebagian di Sarolangun, tim sudah ke sana bahkan 2 waterbombing langsung dikerahkan ke lokasi,” tegasnya.