Ketua DPRD Provinsi Jambi, M Hafiz Fattah
JAMBI – Ketua DPRD Provinsi Jambi, M Hafiz Fattah, menyampaikan hasil rapat koordinasi penanganan dan pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) bersama Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang digelar secara virtual melalui Zoom Meeting, Senin (24/8/2026).
Rapat tersebut membahas langkah-langkah konkret pemerintah dalam menangani Karhutla yang kembali menjadi perhatian serius, khususnya dampak kabut asap terhadap kualitas udara dan aktivitas masyarakat di sejumlah wilayah Pulau Sumatera.
Kondisi udara di Jambi sendiri mulai mengkhawatirkan. Berdasarkan data per 24 Agustus 2026 pukul 10.00 WIB, kualitas udara di Kota Jambi tercatat berada dalam kategori tidak sehat.
Menyikapi situasi tersebut, pemerintah pusat memberikan sejumlah dukungan untuk memperkuat penanganan Karhutla di Provinsi Jambi. Bantuan itu meliputi satu unit helikopter untuk operasi water bombing, kendaraan operasional, hingga pembangunan sumur bor di kawasan yang sulit dijangkau sumber air.
Hafiz Fattah mengatakan, dalam rapat tersebut juga disampaikan bahwa Provinsi Jambi bersama Sumatera Selatan mendapatkan bantuan pembangunan sekitar 500 titik sumur bor.
“Kita mendapatkan bantuan water boombing 1 dari pemerintah pusat, motor, dan sumur bor yang jauh dari jangkauan air. Tadi Sumatera Selatan dan Jambi dapat 500 titik,” ungkapnya.
Menurutnya, dukungan dari pemerintah pusat tersebut diharapkan dapat mempercepat upaya pemadaman dan pencegahan Karhutla, sekaligus mengurangi dampak kabut asap yang mulai mengganggu kehidupan masyarakat.
Selain dukungan dari pemerintah pusat, Hafiz Fattah menegaskan DPRD Provinsi Jambi juga terus memberikan dukungan melalui kebijakan anggaran.
Pemerintah Provinsi Jambi, kata dia, telah menyiapkan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) dalam APBD Tahun 2026 yang dapat digunakan sewaktu-waktu apabila kondisi Karhutla membutuhkan penanganan darurat.
“Kita selalu support lewat APBD murni di BTT, tahun 2026 ini sekitar enam milliar sudah kita tempatkan. Itu bisa dipakai kapan saja,” tegas Hafiz Fattah.
Tak hanya fokus pada pemadaman Karhutla, DPRD Provinsi Jambi juga memberikan perhatian terhadap keselamatan masyarakat, khususnya peserta didik.
Hafiz Fattah mengungkapkan DPRD Provinsi Jambi telah memberikan rekomendasi kepada Gubernur Jambi agar kegiatan belajar mengajar dapat dihentikan sementara di wilayah yang kualitas udaranya telah masuk kategori tidak sehat.
“Kami sudah memberikan rekomendasi kepada pak Gubernur bagi wilayah yang masuk dalam kategori tidak sehat untuk diliburkan terlebih dahulu sekolah sampai situasi perkembangan selanjutnya,” pungkas Hafiz Fattah.
1 thought on “Hafiz Fattah Ungkap Hasil Rapat Karhutla Bersama Presiden, Jambi Dapat Bantuan Helikopter hingga 500 Sumur Bor”
Comments are closed.