Wakil Ketua DPRD Faizal Riza bersama Gubernur Jambi Al Haris
JAMBI – Wakil Ketua III DPRD Provinsi Jambi dari Daerah Pemilihan (Dapil) Tanjung Jabung Barat–Tanjung Jabung Timur, Dr. Faizal Riza, ST, MM, meminta Pemerintah Provinsi Jambi memperjuangkan semaksimal mungkin dana bagi hasil Participating Interest (PI) dari PetroChina.
Pernyataan tersebut disampaikan Faizal Riza menanggapi keterangan Gubernur Jambi Al Haris yang menyebut proses negosiasi dana bagi hasil PI PetroChina saat ini diperkirakan hanya berada pada kisaran 7 hingga 8 persen.
Menurut Faizal Riza, angka maksimal sebesar 10 persen harus menjadi target yang diperjuangkan karena menyangkut kepentingan pembangunan daerah.
“DPRD berharap bisa mendapatkan persentase maksimal sebesar 10% sesuai apa yang menjadi ketentuan Kementrian ESDM. Nilai ini harus di perjuangkan oleh Pemerintah Provinsi karena menyangkut kebutuhan pembangunan di wilayah provinsi Jambi,” tegas Faizal Riza, Senin (27/7/2026).
Politisi Gerindra itu juga mengingatkan bahwa PI yang nantinya diperoleh tidak hanya menjadi hak Pemerintah Provinsi Jambi, tetapi juga akan dibagikan kepada kabupaten penghasil minyak dan gas bumi.
“Perlu di ingat juga bahwa nilai tersebut harus di bagi dengan Pemerintah Kabupaten penghasil migas, sehingga tentu bukan hanya utk provinsi Jambi saja,” ujarnya.
Selain mendorong perjuangan memperoleh porsi maksimal, Faizal Riza meminta Gubernur Al Haris tidak terburu-buru mengambil keputusan sebelum Panitia Khusus (Pansus) PI DPRD Provinsi Jambi menyelesaikan tugasnya.
Menurutnya, saat ini Pansus PI masih bekerja menyusun kajian dan belum mengeluarkan rekomendasi resmi. Oleh karena itu, ia mengingatkan agar pemerintah menunggu hasil pembahasan DPRD guna menghindari munculnya polemik di tengah masyarakat.
“Pansus PI DPRD masih bekerja dan belum memberikan rekomendasi, jangan sampai apa yg diutarakan Gubernur tadi berbeda dengan hasil pansus PI nanti nya, sehingga akan memicu konflik di masyarakat. Gubernur harus bijaksana dan menunggu rekomendasi pansus dahulu,” pungkasnya.