Gedung Mahligai Bank Jambi
JAMBI – Manajemen Bank Jambi menegaskan komitmennya untuk mengganti seluruh kerugian nasabah jika hasil audit forensik membuktikan adanya gangguan sistem. Pernyataan itu dinilai pengamat sebagai langkah strategis untuk memulihkan kepercayaan publik yang sempat terguncang.
Direktur Utama Khairul Suhairi menegaskan bahwa keputusan memberikan penggantian penuh bukan sekadar janji birokratis, melainkan bagian dari tanggung jawab korporasi dan upaya mitigasi reputasi.
“Komitmen ini menunjukkan akuntabilitas, langkah penting ketika kepercayaan menjadi taruhan utama,” ujarnya.
Pengamat perbankan Laila Farhat menilai respons manajemen sebagai contoh kepemimpinan krisis yang sesuai prinsip prudential banking dan perlindungan konsumen. Menurut Laila, kebijakan menghentikan sementara layanan digital demi kepentingan investigasi adalah langkah mitigasi risiko operasional yang tepat.
“Dalam industri perbankan, kepercayaan adalah aset utama. Kesiapan manajemen untuk bertanggung jawab secara finansial jika terbukti ada kelemahan sistem merupakan sinyal positif bagi nasabah dan pasar,” kata Laila, Kamis (26/2/2026).
Koordinasi aktif dengan regulator juga mendapat sorotan positif. Manajemen Bank Jambi telah berkoordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan dan Bank Indonesia, serta melaporkan dugaan gangguan kepada aparat penegak hukum untuk memastikan proses investigasi berjalan objektif dan transparan.
Dari sisi layanan, bank menetapkan target penyelesaian klaim maksimal 10 hari kerja setelah verifikasi — langkah yang dipandang lebih cepat dibanding tenggat umum regulator. Target ini dimaknai sebagai bukti komitmen percepatan layanan pengaduan dan pengendalian risiko reputasi.
Laila juga mengingatkan bahwa risiko siber merupakan bagian inheren dari transformasi digital perbankan. Karena itu, penguatan keamanan siber, pembaruan infrastruktur TI, dan peningkatan kapasitas SDM menjadi agenda wajib pasca-insiden untuk mencegah pengulangan kejadian serupa.
“Respons institusi yang cepat, koordinasi dengan regulator, dan keterbukaan informasi adalah fondasi penting untuk menjaga stabilitas dan reputasi jangka panjang,” tutupnya.
Seiring proses audit forensik yang masih berjalan, publik dan nasabah menunggu hasil verifikasi sekaligus langkah-langkah perbaikan nyata dari bank agar layanan digital kembali andal dan kepercayaan masyarakat pulih.