Wali Kota Jambi, Maulana
JAMBI – Wali Kota Jambi, Maulana menegaskan komitmen integritas dan tanggung jawab dalam momen buka puasa bersama yang digelar Pemerintah Kota Jambi. Kegiatan yang dihadiri para asisten, staf ahli, kepala OPD, kepala bagian, camat, hingga lurah se-Kota Jambi itu tak sekadar menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga ruang refleksi dan konsolidasi kinerja.
Di hadapan seluruh jajaran, Maulana menyampaikan pesan tegas tentang makna jabatan sebagai amanah. Ia mengingatkan bahwa setiap posisi yang diemban bukanlah sekadar formalitas struktural, melainkan tanggung jawab besar yang harus memberi dampak nyata bagi masyarakat.
“Prinsipnya mari kita sama-sama fastabiqul khairat. Jabatan ini adalah amanah. Maka saya akan menegur bapak dan ibu apabila amanah yang diberikan Allah itu tidak memberikan manfaat apa-apa,” tegasnya.
Bukber yang berlangsung dalam suasana hangat itu pun berubah menjadi ruang konsolidasi. Bukan hanya mempererat silaturahmi, tetapi juga memperkuat komitmen bersama untuk menghadirkan tata kelola pemerintahan yang profesional, bersih, dan berdampak nyata bagi warga Kota Jambi.
Pernyataan tersebut disampaikan dengan nada penuh penekanan, mencerminkan keseriusan orang nomor satu di Kota Jambi itu dalam mendorong perubahan budaya kerja di lingkungan pemerintahan. Ia menginginkan setiap pejabat bekerja dengan orientasi hasil, bukan sekadar rutinitas administratif.
Suasana hangat yang menyelimuti acara bukber pun berubah menjadi momentum introspeksi bersama. Para pejabat diajak untuk memperkuat komitmen dalam membangun tata kelola pemerintahan yang profesional, bersih, serta responsif terhadap kebutuhan warga.
Bagi Wali Kota Maulana, Ramadan bukan hanya bulan ibadah secara spiritual, tetapi juga saat yang tepat untuk memperbaiki kualitas pengabdian. Ia berharap semangat kebersamaan yang terbangun dalam kegiatan tersebut dapat diterjemahkan menjadi pelayanan publik yang lebih cepat, transparan, dan berdampak langsung bagi masyarakat Kota Jambi.
Dengan pesan tegas itu, bukber kali ini meninggalkan makna lebih dari sekadar santap bersama. Ia menjadi pengingat bahwa setiap jabatan adalah amanah, dan setiap amanah akan dimintai pertanggungjawaban bukan hanya secara administratif, tetapi juga moral.