Bupati Sarolangun bersama jajaran pemerintah Kabupaten Sarolangun
JAMBI – Pemerintah Kabupaten Sarolangun terus memperkuat fondasi ketahanan pangan daerah. Melalui Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Sarolangun, pemerintah menargetkan pencetakan lahan sawah baru seluas 350 hektare pada tahun 2026.
Langkah ini diyakini mampu mendongkrak luas tanam sekaligus meningkatkan produksi padi di wilayah Sarolangun.
Kepala Dinas TPHP Sarolangun, Dulmuin, mengatakan bahwa program cetak sawah menjadi salah satu strategi utama untuk memperkuat sektor pertanian daerah.
“Tahun ini (2026), pemerintah daerah menargetkan tambahan 350 hektare lahan baru. Harapannya produksi padi di Sarolangun bisa meningkat,” ujarnya, Jumat (27/2/2026).
Tak hanya fokus pada perluasan lahan, pemerintah daerah juga kembali mengusulkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) ke Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Dukungan alsintan dinilai krusial untuk membantu petani, baik saat memulai masa tanam maupun ketika memasuki musim panen.
Menurut Dulmuin, ketersediaan alsintan dapat mengoptimalkan potensi lahan yang ada sekaligus meningkatkan efisiensi kerja petani. Selain itu, pemerintah juga mendorong peningkatan indeks pertanaman. Jika sebelumnya sebagian lahan hanya ditanami satu kali dalam setahun, kini ditargetkan bisa meningkat menjadi dua kali, bahkan hingga tiga kali tanam atau IP300 dalam setahun.
Saat ini, luas lahan pertanian di Sarolangun tercatat sekitar 8.997 hektare. Rinciannya, lahan baku sawah (eksisting) seluas 3.997 hektare, lahan kering tanpa penggenangan air sekitar 2.000 hektare, serta 3.000 hektare sawah dengan dukungan saluran irigasi.
Penguatan sektor pertanian menjadi salah satu prioritas pembangunan daerah sebagaimana tertuang dalam visi “Sarolangun Maju 2025–2030”. Pemerintah daerah menempatkan pertanian modern sebagai motor penggerak percepatan pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Dulmuin menambahkan, pada tahun sebelumnya program cetak sawah telah terealisasi seluas 433 hektare yang tersebar di 12 desa pada lima kecamatan. Capaian tersebut menjadi bagian dari program strategis nasional dalam mewujudkan swasembada pangan, khususnya pada komoditas padi sawah.
Dengan tambahan 350 hektare lahan baru tahun ini, Sarolangun optimistis mampu memperkuat posisinya sebagai salah satu lumbung pangan di Provinsi Jambi, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani melalui produktivitas yang lebih tinggi dan sistem pertanian yang semakin modern.