Gubernur Jambi, Al Haris
JAMBI – Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Provinsi Jambi terus menjadi perhatian serius. Sejak 1 Januari hingga 16 Agustus 2026, tercatat sekitar 658,29 hektare lahan telah dilalap api.
Kondisi tersebut menjadi memicu munculnya kabut asap yang semakin tebal di sejumlah wilayah di Provinsi Jambi, khususnya Kota Jambi dan Muaro Jambi.
Menanggapi persoalan itu, Gubernur Jambi Al Haris menegaskan pemerintah daerah akan terus memantau perkembangan kondisi cuaca dan kualitas udara sebelum mengambil langkah lebih lanjut, termasuk kemungkinan meliburkan aktivitas belajar di sekolah.
“Kami akan berkoordinasi dengan teman-teman Forkopimda, sambil melihat kondisi cuaca kita. Besok akan kita cek lagi kondisi cuaca kita seperti apa. Kalau tidak sehat, saya akan mengambil langkah-langkah untuk meliburkan sekolah,” ujar Al Haris.
Selain opsi meliburkan sekolah, Pemerintah Provinsi Jambi juga akan mempertimbangkan kebijakan penggunaan masker bagi masyarakat apabila kondisi kualitas udara mulai memburuk akibat kabut asap.
“Kita juga akan cek apakah sudah layak menggunakan masker,” katanya.
Al Haris menegaskan, seluruh unsur pemerintah dan aparat saat ini terus bersiaga di lapangan untuk mencegah kebakaran semakin meluas.
Pemerintah kabupaten dan kota, BPBD, TNI, Polri, serta seluruh elemen terkait terus melakukan pemantauan dan upaya penanganan Karhutla di berbagai wilayah rawan.
“Tim terus siaga di lapangan, Bupati, Walikota, BPBD, TNI, Polri, dan semua elemen. Mereka sedang berjaga-jaga agar karhutla di meluas,” tegas Al Haris.