Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jambi, Johansyah, S.E., M.E
JAMBI – Pemerintah Provinsi Jambi melalui Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jambi menggelar Gerakan Pangan Murah dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Gerakan Pangan Murah ini menjadi salah satu upaya Pemerintah Provinsi Jambi untuk membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pangan dengan harga yang lebih terjangkau, sekaligus menjaga stabilitas harga komoditas di pasaran.
Hal ini disamapaikan langsung oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jambi, Johansyah, S.E., M.E., di halaman Kantor Gubernur Jambi, Minggu (23/8/2026).
“Kami memberikan harga yang murah bagi masyarakat, sehingga mereka memenuhi kebutuhan nya untuk sehari-hari. Gerakan pangan murah ini merupakan strategi untuk pangan tersedia dan harga terjangkau,” ujar Johansyah.
Tidak hanya menyediakan berbagai kebutuhan pangan dengan harga lebih murah, kegiatan tersebut juga menjadi wadah bagi pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) untuk mempromosikan produk lokal.
“Kita juga mengajak UMKM juga dengan mempromosikan kacang koro,” katanya.
Terkait perkembangan harga pangan, Johansyah menyebut harga telur di Provinsi Jambi saat ini masih berada dalam kondisi stabil. Namun demikian, pihaknya tetap akan melakukan pengawasan terhadap pedagang yang menjual komoditas tersebut di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).
“Untuk harga telur masih stabil, namun ada kelompok yang menjual di atas HET. Nanti tim kami akan turun langsung untuk memantau langsung harga,” tegasnya.
Sementara itu, harga cabai merah disebut mulai mengalami penurunan. Johansyah juga memastikan kondisi kemarau yang terjadi sejauh ini belum memberikan dampak signifikan terhadap ketersediaan pasokan pangan maupun komoditas di Provinsi Jambi.
“Cabe merah sudah mulai turun, dampak dari kemarau alhamdulillah belum berpengaruh terhadap pasokan dan komoditi di Jambi,” pungkasnya.
2 thoughts on “Lewat Gerakan Pangan Murah, Pemprov Jambi Bantu Masyarakat Penuhi Kebutuhan Pokok”
Comments are closed.