Skip to content

BERITAPRIME.COM

Menyajikan Informasi Terupdate

Primary Menu
Light/Dark Button
Subscribe

UMKM Jambi Didorong Naik Kelas, Pengamat Soroti Peran Strategis Bank Jambi

beritaprime.com 9 September 2026 (Last updated: 17 September 2026) 3 minutes read
Gedung Mahligai Bank Jambi

Gedung Mahligai Bank Jambi

Share

JAMBI – Pengamat perbankan Laila Farhat menilai sinergi Pemerintah Daerah (Pemda) dengan Bank Jambi harus semakin diperkuat untuk mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) naik kelas.

Menurutnya, UMKM tidak boleh hanya diposisikan sebagai penerima bantuan, tetapi harus dibangun menjadi kekuatan ekonomi baru daerah.

Laila mengatakan, dukungan terhadap UMKM merupakan bagian penting dari strategi memperkuat ekonomi daerah.

Karena itu, kebijakan Pemda yang memberikan ruang lebih besar bagi pengembangan UMKM perlu diikuti dukungan perbankan, terutama dalam hal pembiayaan, literasi keuangan, digitalisasi dan pendampingan usaha.

“Bank Jambi memiliki posisi yang sangat strategis. Sebagai bank pembangunan daerah, Bank Jambi bukan hanya menjalankan fungsi intermediasi, tetapi juga mempunyai tanggung jawab untuk ikut menggerakkan sektor riil dan memperkuat pelaku usaha lokal,” ujar Laila.

Menurutnya, tantangan UMKM saat ini bukan semata-mata keterbatasan modal. Banyak pelaku usaha masih menghadapi persoalan administrasi, pencatatan keuangan, legalitas, manajemen usaha, pemasaran hingga kemampuan memenuhi standar untuk masuk ke pasar yang lebih besar.

Karena itu, kata Laila, konsep UMKM naik kelas harus menjadi paradigma baru dalam pemberdayaan ekonomi daerah.

“Naik kelas itu artinya usaha semakin profesional. Ada pencatatan keuangan, legalitas jelas, transaksi semakin tertata, mampu mengakses pembiayaan formal, memanfaatkan teknologi dan memiliki pasar yang semakin luas,” katanya.

Laila menilai Bank Jambi dapat mengambil peran lebih besar sebagai lokomotif pembiayaan UMKM.

Perbankan daerah memiliki keunggulan karena memahami karakteristik ekonomi dan pelaku usaha di wilayah operasionalnya.

Dengan pendekatan tersebut, Bank Jambi dinilai dapat membangun pembiayaan yang lebih dekat dengan kebutuhan UMKM, sekaligus tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian perbankan.

“Yang dibutuhkan bukan sekadar kredit murah, tetapi kredit yang produktif. Pembiayaan harus mampu menciptakan kapasitas produksi, meningkatkan omzet dan pada akhirnya membuat usaha menjadi semakin mandiri,” jelasnya.

Ia juga mendorong agar pembiayaan UMKM tidak berhenti setelah kredit disalurkan. Pendampingan pasca pembiayaan menjadi penting agar pelaku usaha mampu mengelola modal secara produktif.

Menurut Laila, model tersebut akan menciptakan hubungan yang lebih sehat antara bank dan pelaku usaha.

Bank mendapatkan debitur yang semakin berkualitas, sementara UMKM memperoleh kesempatan untuk tumbuh secara berkelanjutan.

Lebih jauh Laila menilai Pemda memiliki peran penting dalam menciptakan ekosistem usaha yang mendukung UMKM. Pemerintah dapat memperkuat legalitas, pelatihan, akses pasar, pengadaan barang dan jasa, serta berbagai kebijakan yang membuka ruang bagi produk lokal.

Sementara Bank Jambi dapat memperkuat sisi pembiayaan dan literasi keuangan.

“Pemda punya kewenangan dan program, Bank Jambi punya instrumen pembiayaan. Kalau dua kekuatan ini disatukan, dampaknya akan jauh lebih besar dibanding berjalan sendiri-sendiri,” katanya.

Ia menilai keberhasilan program UMKM seharusnya tidak hanya diukur dari jumlah pelaku usaha yang mendapatkan pembiayaan.

Indikator yang lebih penting adalah peningkatan omzet, aset, produktivitas, kualitas produk, perluasan pasar dan kemampuan menciptakan lapangan kerja.

“Jadi jangan hanya menghitung berapa kredit yang tersalurkan. Ukur juga berapa UMKM yang benar-benar tumbuh setelah mendapatkan pembiayaan,” tegasnya.

Laila melihat penguatan UMKM memiliki efek berantai terhadap perekonomian Jambi.

Ketika UMKM berkembang, permintaan terhadap bahan baku meningkat, tenaga kerja terserap, transaksi ekonomi tumbuh dan pada akhirnya aktivitas ekonomi daerah ikut bergerak.

Karena itu, ia mendukung program Pemda yang menjadikan UMKM sebagai salah satu fondasi penguatan ekonomi daerah dan berharap Bank Jambi terus memperbesar perannya.

“UMKM adalah ekonomi yang paling dekat dengan masyarakat. Kalau UMKM tumbuh, manfaat pertumbuhan ekonomi akan lebih cepat dirasakan masyarakat. Karena itu, Bank Jambi harus hadir bukan hanya sebagai bank yang menyalurkan kredit, tetapi sebagai partner pertumbuhan UMKM Jambi,” tutup Laila.

Admin

beritaprime.com

See author's posts

 
     
Tags: Bank Jambi Laila Farhat Pengamat Perbankan UMKM

Post navigation

Previous: Gubernur Al Haris Fokus Tangani Karhutla Tahura STS, OMC Disiapkan Mulai 10 September
Next: Kasus Percaloan Polri di Jambi, Hambali: Hukum Jangan Tajam ke Bawah Saja

Berita Terkait

Komisaris Utama Bank Jambi, Sudirman

Bank Jambi Pastikan Keamanan Jadi Prioritas, Perbaikan Mobile Banking Dikebut hingga Desember

beritaprime.com 17 September 2026 3
Anggota DPRD Provinsi Jambi, Afuan Yuza Putra bersama masyarakat Kabupaten Kerinci

Dua Tahun Jadi Wakil Rakyat, Afuan Yuza Ungkap Deretan Perjuangan untuk Kerinci-Sungai Penuh

beritaprime.com 16 September 2026
Gubernur Jambi Al Haris

Serius Hadapi Karhutla di Jambi, Al Haris Minta Alat Berat Masuk Taman Nasional Berbak Sembilang

beritaprime.com 15 September 2026 2

Pos-pos Terbaru

  • Bank Jambi Pastikan Keamanan Jadi Prioritas, Perbaikan Mobile Banking Dikebut hingga Desember
  • Dua Tahun Jadi Wakil Rakyat, Afuan Yuza Ungkap Deretan Perjuangan untuk Kerinci-Sungai Penuh
  • Serius Hadapi Karhutla di Jambi, Al Haris Minta Alat Berat Masuk Taman Nasional Berbak Sembilang
  • Gubernur Al Haris Salurkan Langsung Bantuan Korban Kebakaran Tanjung Raden, Minta Warga Lebih Waspada 
  • Rendra Ramadhan Bantah Isu LGBT: Itu Fitnah, Saya Lapor Polisi
Copyright © 2026 All rights reserved. | ReviewNews by AF themes.