Ilustrasi sekolah rusak di Kabupaten Muaro Jambi
JAMBI – Di tengah upaya meningkatkan kualitas pendidikan, Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi mengajukan revitalisasi besar-besaran terhadap 120 sekolah kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Langkah ini diambil sebagai respons atas kondisi sejumlah bangunan sekolah yang dinilai memprihatinkan dan membutuhkan perhatian serius. Usulan tersebut telah disampaikan sejak November tahun lalu dan kini tinggal menunggu realisasi dari pemerintah pusat.
Kepala Disdikbud Muaro Jambi, Kasyful Iman, merinci bahwa total 120 sekolah yang diusulkan untuk direvitalisasi terdiri dari 50 Sekolah Dasar (SD), 50 Sekolah Menengah Pertama (SMP), serta 20 Taman Kanak-Kanak (TK) dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).
“Kondisi sebagian sekolah memang memerlukan perhatian serius. Karena itu kami mengajukan usulan ke pemerintah pusat,” ujarnya, Rabu (4/3/2026).
Menurut Kasyful, sejumlah bangunan mengalami kerusakan pada ruang kelas hingga fasilitas penunjang pembelajaran. Atap bocor, dinding retak, hingga sarana belajar yang tak lagi memadai menjadi persoalan yang harus segera ditangani.
Jika kondisi tersebut terus dibiarkan, dikhawatirkan akan berdampak pada kenyamanan dan keselamatan siswa maupun guru dalam proses belajar-mengajar.
Apalagi, beberapa sekolah saat ini juga menghadapi keterbatasan ruang belajar layak, sementara jumlah siswa terus meningkat setiap tahun.
Revitalisasi ini diharapkan tidak hanya memperbaiki fisik bangunan, tetapi juga mendorong peningkatan mutu pendidikan di Muaro Jambi secara menyeluruh.
“Kami berharap tahun ini sudah ada realisasi sehingga sekolah-sekolah yang kondisinya memprihatinkan bisa segera diperbaiki,” pungkasnya.
Kini, harapan ribuan siswa dan tenaga pendidik di Muaro Jambi bergantung pada keputusan pemerintah pusat, apakah ruang-ruang belajar yang mulai rapuh itu segera mendapatkan sentuhan perbaikan, atau harus kembali menunggu di tengah keterbatasan.