Direktur Utama Bank Jambi, Khairul Suhairi (tengah)
JAMBI – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) meminta nasabah PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Jambi atau Bank Jambi untuk tetap tenang menyikapi gangguan sistem layanan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. LPS menegaskan bahwa secara fundamental kondisi Bank Jambi masih sehat dan operasional perbankan tetap berjalan normal.
Ketua Dewan Komisioner LPS, Anggito Abimanyu, memastikan bahwa gangguan layanan yang terjadi murni bersifat teknis internal dan bukan merupakan indikasi bank dalam kondisi gagal atau bermasalah.
Menurut Anggito, selama sebuah bank masih dalam kondisi normal dan sehat, penanganan sepenuhnya menjadi tanggung jawab manajemen bank yang bersangkutan dan belum masuk dalam kewenangan LPS untuk melakukan resolusi.
“Kalau sekarang dia (Bank Jambi) tidak masuk resolusi, dia masih bank normal, bank sehat. Jadi masih menjadi tanggung jawab internal bank,” ujar Anggito usai menghadiri Sarasehan 99 Ekonom Syariah Indonesia 2026 di Jakarta Selatan, Selasa (24/2/2026).
Ia menegaskan, LPS baru akan turun tangan apabila sebuah bank masuk dalam status gagal bayar atau berada dalam proses resolusi. Sementara kondisi Bank Jambi saat ini dinilai jauh dari situasi tersebut.
“Dan BPD itu semuanya sehat, tidak ada yang bermasalah,” tegasnya, menepis kekhawatiran berlebihan di tengah masyarakat.
Di sisi lain, manajemen Bank Jambi juga bergerak cepat merespons situasi tersebut. Direktur Utama Bank Jambi, Khairul Suhairi, menegaskan pihaknya bertanggung jawab penuh terhadap keamanan dana seluruh nasabah.
Khairul memastikan tidak akan ada dana nasabah yang hilang akibat gangguan teknis ataupun kendala dari pihak ketiga yang bekerja sama dengan bank. Apabila nantinya ditemukan adanya saldo nasabah yang berkurang akibat kesalahan sistem, pihak bank berkomitmen untuk mengganti seluruh kerugian tersebut.
“Sesuai dengan ketentuan, Bank Jambi berkomitmen apabila terjadi kerugian nasabah, akan melakukan penggantian secara penuh, baik itu disebabkan oleh kesalahan Bank Jambi maupun pihak ketiga yang bekerja sama dengan Bank Jambi,” tegas Khairul.
Sebagai langkah mitigasi sekaligus perlindungan terhadap nasabah, Bank Jambi saat ini tengah melakukan audit forensik secara menyeluruh. Audit ini bertujuan memastikan keamanan data serta mengidentifikasi secara rinci potensi kerugian yang mungkin dialami nasabah.
“Hari ini InsyaAllah audit forensik akan segera bekerja untuk memastikan berapa total kerugian nasabah dan berapa nasabah yang terindikasi mengalami kerugian,” jelasnya.
Selama proses audit dan perbaikan sistem berlangsung, layanan mobile banking dan ATM untuk sementara dinonaktifkan demi menjaga keamanan data dan sistem. Meski demikian, aktivitas transaksi perbankan tetap dapat dilakukan secara normal melalui kantor layanan Bank Jambi.
Nasabah dapat mendatangi kantor cabang, cabang pembantu, maupun kantor fungsional Bank Jambi untuk melakukan berbagai transaksi, termasuk penarikan dana dengan bantuan petugas bank.
Sementara itu, LPS menyatakan akan terus melakukan pengawasan rutin (surveillance) terhadap seluruh perbankan di Indonesia. Penguatan sistem keamanan siber juga terus didorong agar layanan perbankan semakin aman dan terpercaya bagi masyarakat.