Ketua DPRD Kota Jambi, Kemas Faried Alfarelly meninjau depo sampah di Olak Kemang
JAMBI – Ketua DPRD Kota Jambi, Kemas Faried Alfarelly meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Jambi untuk turun langsung meninjau kondisi terkini depo sampah di Kelurahan Olak Kemang, Kecamatan Danau Teluk, Kota Jambi.
Permintaan tersebut disampaikan setelah Kemas Faried melakukan peninjauan langsung ke lokasi bersama Ketua Komisi III DPRD Kota Jambi, Umar Faruk. Dari hasil peninjauan tersebut, mereka menemukan sejumlah persoalan, mulai dari kondisi sarana dan prasarana depo yang memerlukan perbaikan, penumpukan sampah yang overload, hingga akses jalan menuju lokasi yang dinilai sudah tidak layak.
“Insyaallah besok kami akan minta dinas PUPR kota jambi untuk meninjau dan memasukan dalam usulan perbaikan,” ujar Kemas Faried.
Kemas Faried menjelaskan, berdasarkan kondisi di lapangan, tata kelola pembuangan sampah di depo Olak Kemang juga perlu dibenahi. Menurutnya, sampah seharusnya tidak dibuang hingga meluber ke pinggir jalan, melainkan ditempatkan lebih ke dalam area depo agar tidak mengganggu akses masyarakat.
“Kami melihat sarpras di depo Olak Kemang, ini juga perlu perbaikan. Harusnya sampah-sampah tersebut tidak dibuang dipinggir jalan, namun menjorok kedalam. Namun kemarin kami mendapat laporan akses menuju depo pun juga sudah tidak layak,” jelasnya.
Selain persoalan infrastruktur, Kemas Faried juga menyoroti keterbatasan armada pengangkut sampah yang menjadi salah satu penyebab menumpuknya sampah di sejumlah titik di Kota Jambi.
Ia mengaku telah berdiskusi dengan Wali Kota Jambi dan Wakil Wali Kota Jambi terkait solusi penanganan persoalan sampah tersebut.
“Terkait armada yang kurang, saya sudah berdiskusi dengan pak Walikota dan Wawako tadi malam agar kita bersama fokus untuk menangani sampah,” katanya.
Menurut keterangan yang diterimanya dari Wali Kota, Pemerintah Kota Jambi berencana menambah armada angkutan sampah melalui skema kerja sama.
Alhamdulillah, menurut keterangan dari Pak Walikota insyaallah nanti di awal April 2026 akan ada penambahan 20 unit truk angkutan sampah dengan pola kerjasama. Semoga hal tersebut dapat mengurai bertumpuk nya sampah di beberapa ruas jalan di kota jambi,” pungkasnya.
Langkah tersebut diharapkan menjadi solusi jangka pendek sekaligus memperbaiki sistem pengelolaan sampah, khususnya di kawasan Seberang Kota Jambi yang selama ini kerap menghadapi persoalan serupa.