Gubernur Jambi Al Haris dampingi Wamentan RI cetak sawah rakyat di Batang Hari
JAMBI – Gubernur Jambi, Al Haris mendampingi Wakil Menteri Pertanian RI, Sudaryono dalam kegiatan cetak sawah serentak di Kabupaten Batang Hari yang terhubung secara daring dengan 16 provinsi di seluruh Indonesia, Selasa (21/4/2026) sore.
Dalam kesempatan tersebut, Al Haris mengungkapkan bahwa capaian swasembada beras di Provinsi Jambi saat ini baru berada di angka 71 persen. Ia menegaskan, pemerintah daerah terus berupaya meningkatkan produksi melalui perluasan lahan tanam dan optimalisasi sektor pertanian.
“Target kami tahun ini menanam 4.100 hektare. Saat ini kondisi padi kita baru mencakup 71 persen, masih ada sekitar 29 persen yang perlu kita kejar agar Jambi bisa swasembada,” ujar Al Haris.
Ia berharap program cetak sawah baru dapat menjadi solusi strategis untuk mendongkrak produksi beras di daerah. Menurutnya, dukungan pemerintah pusat sangat dibutuhkan, terutama dalam penyediaan sarana dan prasarana pertanian.
Dalam pertemuan tersebut, Al Haris juga menyampaikan kebutuhan mendesak petani di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, khususnya terkait mesin pengering gabah.
“Petani Tanjabtim membutuhkan mesin pengering pak Wamen, mohon bantuannya. Saya yakin ini bisa menambah produksi kedepannya,” ungkap Al Haris.
Al Haris menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Jambi dalam mendukung program ketahanan pangan nasional menuju visi Indonesia Emas 2045.
Sementara itu, Sudaryono menjelaskan bahwa program cetak sawah rakyat merupakan upaya pemerintah membuka lahan pertanian baru yang sebelumnya tidak produktif, namun memiliki sumber air yang memadai.
Ia juga mengingatkan potensi kemarau panjang akibat fenomena El Nino yang diprediksi mulai terjadi pada akhir Mei hingga Juni 2026. Kondisi ini, menurutnya, harus diantisipasi dengan percepatan masa tanam.
“Hujan yang kita nikmati saat ini tidak akan berlangsung lama. Diperkirakan akhir Mei atau Juni sudah masuk kemarau El Nino. Karena itu, saya minta segera lakukan tanam agar panen bisa lebih cepat,” tegas Sudaryono.
Ia turut menginstruksikan kepala daerah dan dinas terkait untuk memaksimalkan seluruh lahan potensial agar segera ditanami.
Di sisi lain, Sudaryono menyebutkan bahwa Indonesia telah mengekspor beras ke sejumlah negara, seperti Arab Saudi dan Palestina dengan total mencapai 10.000 ton. Ke depan, pemerintah berencana memperluas pasar ekspor ke negara lain.
“Ini menunjukkan bahwa produksi kita mampu bersaing. Tinggal bagaimana kita terus meningkatkan kapasitas dan menjaga konsistensi produksi,” pungkasnya.