Ketua DPD Partai Demokrat sekaligus anggota DPRD Provinsi Jambi, Dr. Ir. H. Ahmad Fauzi Ansori, MT
JAMBI – Fraksi Partai Demokrat DPRD Provinsi Jambi menyoroti kondisi infrastruktur dan sarana prasarana pendidikan dalam penyampaian pandangan terhadap Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Jambi Tahun Anggaran 2026.
Pandangan tersebut disampaikan Ketua DPD Partai Demokrat sekaligus anggota DPRD Provinsi Jambi, Dr. Ir. H. Ahmad Fauzi Ansori, MT, dalam rapat paripurna DPRD Provinsi Jambi, Senin (21/9/2026).
Fauzi Ansori menilai persoalan infrastruktur pendidikan bukan semata-mata berkaitan dengan pembangunan fisik. Kondisi sarana dan prasarana juga berpengaruh terhadap kualitas pelayanan dasar serta masa depan generasi muda di Provinsi Jambi.
“Persoalan perbaikan infrastruktur bukan hanya persoalan fisik, tetapi menyangkut perolehan pelayanan dasar dan masa depan anak Jambi,” katannya.
Fauzi Ansori mengungkapkan, saat ini masih terdapat sekitar 62 persen sarana dan prasarana pendidikan yang mengalami kerusakan. Kebutuhan tersebut mencakup ratusan ribu meja dan kursi pada jenjang SMA, SMK dan SLB.
Selain itu, masih terdapat kebutuhan lebih dari 500 unit WC, hampir 30 ruang perpustakaan, lebih dari 1.100 ruang kelas, 124 ruang guru dan tata usaha, serta 52 ruang kepala sekolah.
“Pembangunan dan rehabilitasi pendidikan harus menjadi perhatian, dan harus ditetapkan dalam prioritas anggaran,” tegas Legislator Demokrat itu.
Tidak hanya sarana fisik, kebutuhan perangkat teknologi pendidikan juga menjadi perhatian. Dalam pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA), masih terdapat kekurangan sebanyak 1.895 unit komputer di tingkat SMA dan SMK.
Menurut Fauzi Ansori, Pemerintah Provinsi Jambi harus memastikan peserta didik mendapatkan lingkungan belajar yang layak. Keterbatasan fasilitas, kata dia, tidak boleh menjadi penghambat proses pendidikan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Ia juga memberikan apresiasi kepada Gubernur Jambi dan jajaran Dinas Pendidikan yang dinilai mampu menggali dukungan anggaran untuk revitalisasi pembangunan Sekolah Luar Biasa (SLB).
“Kami memberikan apresiasi kepada pak Gubernur dan jajaran Dinas Pendidikan yang mampu menggali dana revitalisasi untuk pembangunan SLB,” ucapnya.
Di sisi lain, Fauzi Ansori juga mendorong Pemprov Jambi menangkap peluang kerja bagi tenaga kerja asal Jambi di luar negeri.
“Ada kesempatan bekerja di Korea, Brunei Darusalam, dan Jepang. Banyak anak-anak kita yang mengikuti program tersebut yang dibiayai APBN. Pemprob Jambi harus merespon ini untuk menambahkan anggaran untuk pelatihan bahasa asing untuk bekerja di luar negeri,” ungkapnya.
Di akhir pandangan fraksi tersebut, Fauzi Ansori menekankan pentingnya kualitas dan keberlanjutan setiap pembangunan infrastruktur yang dilakukan pemerintah daerah.
“Pembangunan infrastruktur tidak hanya berhenti pada pembangunan fisik. Setiap pembangunan harus memiliki standar kualitas, tingkat kemanfaatan, pemeliharaan, serta keberlanjutan,” pungkasnya.
3 thoughts on “Fraksi Demokrat Soroti 62 Persen Sarpras Pendidikan di Jambi Rusak, Minta Anggaran Diprioritaskan”
Comments are closed.