Kepala Disbudpar Provinsi Jambi, Imron Rosyadi
JAMBI – Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Jambi, Imron Rosyadi mengapresiasi pengelaran Seni Tonel Tebat Patah Muaro Jambi yang sudah mampu mempertahankan seni dan budaya di tengah ancaman digitalisasi.
Apresiasi tersebut disampaikan oleh Imron Rosyadi saat membuka workshop sastra dan tetaer pada Selasa (21/4/2026) malam di Taman Budaya Jambi.
“Saya mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam tonel tebat patah, mereka adalah pahlawan budaya. Karena orang-orang ini mampu menjaga seni tonel bertahan sampai saat ini, tentu tidak gampang. Karena dihadapkan dengan dunia digitalisasi seperti saat ini,” ujarnya.
Imron Rosyadi mengungkapkan rasa kekhawatirannya terhadap seni dan budaya di Indonesia, khususnya Provinsi Jambi. Hal tersebut dikarenakan, saat ini banyak anak-anak mudah yang mulai tergerus dengan pengaruh budaya luar.
“Kita khawatirkan tonel ini tergilas oleh drama china dan drama korea. Mudah-mudahan pertunjukan tonel tebat patah ini dapat memotivasi seni teater lainnya,” ungkap Imron Rosyadi.
Ia juga mengajak masyarakat Jambi untuk menjadikan taman budaya jambi sebagai tempat berkreasi dalam menjaga seni dan budaya.
“Ini tempat kita berkarya, berkolaborasi, semua seni dan budaya. Mari bersama-sama kita menjaga budaya kita agar tidak bercampur dengan budaya luar,” pungkasnya.