Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jambi, Dr. dr. Hj. Ike Silviana, MKM, Sp.KKLP, FISQua
JAMBI – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jambi terus memperkuat langkah percepatan penurunan angka stunting melalui konsolidasi dan evaluasi pelayanan gizi keluarga di seluruh kabupaten dan kota. Upaya tersebut menjadi bagian dari dukungan Pemerintah Provinsi Jambi terhadap program prioritas nasional sektor kesehatan sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2025- 2029.
Konsolidasi dan Evaluasi Pelayanan Gizi Keluarga tersebut dipimpin langsung Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jambi, Dr. dr. Hj. Ike Silviana, MKM, Sp.KKLP, FISQua, dan berlangsung di Hotel Odua Weston, Kota Jambi, pada 27-29 Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menyatukan langkah pemerintah daerah, tenaga kesehatan, serta lintas sektor dalam menghadapi tantangan peningkatan angka stunting di Provinsi Jambi.
Salah satu fokus utama program prioritas nasional di bidang kesehatan adalah percepatan penurunan angka kematian ibu, kematian bayi dan balita, serta prevalensi stunting.
Berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2024, prevalensi stunting Provinsi Jambi mengalami peningkatan. Pada tahun 2023, prevalensi stunting di Provinsi Jambi tercatat sebesar 13,5 persen dan kemudian meningkat menjadi 17,1 persen pada tahun 2024, atau mengalami kenaikan sebesar 3,6 persen.
Kondisi ini menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi Jambi. Melalui berbagai program dan intervensi yang dilakukan secara terintegrasi, prevalensi stunting ditargetkan dapat terus ditekan hingga mencapai 9,1 persen pada tahun 2030
Dalam arahannya, Ike Silviana memaparkan target penurunan stunting di seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Jambi. “Semoga kita bisa mengejar target untuk masing-masing Kabupaten/Kota, yaitu Kerinci 10,0, Kota Jambi 6,3, Merangin 5,9, Sarolangun 4,0, Batang Hari 11,3, Muaro Jambi 11,5, Tanjung Jabung Timur 14,6, Tanjung Jabung Barat 4,3, Tebo 14,8, Bungo 12,5, Sungai Penuh 4,9,” ujar lke Silviana
la menegaskan, persoalan stunting dan gizi tidak hanya menjadi masalah kepada sektor kesehatan. Permasalahan tersebut memiliki keterkaitan dengan berbagai aspek kehidupan masyarakat. Mulai dari kondisi sosial dan ekonomi keluarga, ketahanan pangan, pola asuh, tingkat pendidikan, lingkungan, sanitasi, hingga akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan.
“Kita perlu memastikan bahwa setiap keluarga, terutama keluarga yang mempunyai ibu hamil, bayi, balita, anak dan remaja, memperoleh pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan dan permasalahannya, kata Ike Silviana
Menurutnya, pendekatan berbasis keluarga menjadi salah satu kunci penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan gizi masyarakat.
Ike Silviana juga menyampaïikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkomitmen dalam penguatan pelayanan gizi keluarga di Provinsi Jambi.
“Saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh dinas kesehatan kabupaten/kota, lintas sektor, narasumber, serta seluruh peserta yang telah berkomitmen dalam penguatan pelayanan gizi keluarga di provinsi jambi,” pungkasnya.