Bantuan helikopter BNPB tiba di Jambi
JAMBI – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengerahkan tiga unit helikopter untuk mendukung penanganan Karhutla di wilayah Jambi yang mulai memasuki musim kemarau.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Provinsi Jambi, Bachyuni Deliansyah, mengatakan bantuan tersebut terdiri dari satu helikopter patroli dan dua helikopter water bombing yang saat ini telah berada di Jambi dan siap dioperasikan.
Pernyataan itu disampaikannya usai mengikuti Apel Siaga Darurat Bencana Karhutla Tahun 2026 yang digelar di Lapangan Korem 042/Garuda Putih, Rabu (10/6/2026).
“Helikopter sudah dibantu BNPB, 1 helikopter patroli, 2 helikopter waterboombing. Sudah ada di Jambi dan siap dioperasikan,” ungkap Bachyuni.
Menurutnya, kehadiran armada udara tersebut menjadi bagian dari langkah antisipatif menghadapi potensi Karhutla yang diperkirakan meningkat seiring masuknya musim kemarau di sejumlah wilayah Provinsi Jambi.
Selain dukungan helikopter, BPBD Provinsi Jambi juga tengah melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) bekerja sama dengan perusahaan. Langkah ini dilakukan untuk menjaga kelembapan wilayah serta mengurangi risiko munculnya titik panas yang dapat memicu kebakaran.
Bachyuni mengungkapkan, pelaksanaan OMC merupakan instruksi langsung dari Gubernur Jambi sebagai bagian dari strategi pencegahan dini.
“Pak Gubernur langsung memerintahkan saya untuk melakukan modifikasi cuaca yang berlangsung sampai 12 Juni ini. Jika kondisi cuaca masih memungkinkan dan terdapat potensi pembentukan awan, maka OMC akan terus dilakukan. Namun jika tidak memungkinkan, tim darat harus sudah bergerak melakukan penanganan di lapangan,” katanya.
Sementara itu, sejumlah daerah di Provinsi Jambi telah meningkatkan status kewaspadaan terhadap ancaman Karhutla. Berdasarkan laporan yang diterima BPBD Provinsi Jambi, wilayah yang telah menetapkan status siaga darurat antara lain Kabupaten Batanghari, Muaro Jambi, Tanjung Jabung Timur, dan Tanjung Jabung Barat.
“Kalau yang saya terima laporannya Batang Hari, Muaro Jambi, Tanjab Timur, Tanjab Barat. Hampir semua daerah rawan sudah diarahkan oleh pak Gubernur,” pungkas Bachyuni.