JAMBI – Badan Gizi Nasional (BGN) wilayah Jambi angkat bicara terkait isu dugaan keracunan akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMPN 7 Kota Jambi. BGN memastikan bahwa informasi tersebut tidak benar.
Koordinator Regional BGN Provinsi Jambi, Adityo Wirapranatha, menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan konfirmasi langsung ke sekolah serta Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Hasilnya, tidak ditemukan adanya kasus keracunan.
“Kita sudah mendapatkan konfirmasi dari pihak sekolah dan SPPG juga, bahwa memang ada 3 orang jumlah korban. Mereka tidak ada yang keracunan, karena dari hasil pemeriksaan dokter, itu masing-masinh guru mengalami sakit asam lambung, maag, dan vertigo,” tegasnya.
Penjelasan tersebut sekaligus meluruskan informasi yang sempat beredar di masyarakat terkait dampak konsumsi MBG di lingkungan sekolah tersebut.
Hal senada disampaikan Kepala SMPN 7 Kota Jambi, Erdalena, M.Pd. Ia menegaskan bahwa kondisi yang dialami para guru lebih disebabkan faktor kesehatan pribadi, bukan dari makanan yang dikonsumsi.
“Mungkin 2 orang yang memang sempat di rujuk ke RS Raden Mattaher tadi lagi posisi kurang fit/kelelahan, jadi mereka drop. Saat ini kondisi mereka semua sudah membaik dan sudah pulang ke rumah,” jelasnya.
Dengan adanya klarifikasi ini, pihak sekolah dan BGN berharap masyarakat tidak lagi terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi.