Anggota DPRD Provinsi Jambi, Muhammad Nasir
JAMBI – Anggota DPRD Provinsi Jambi, Muhammad Nasir, mendorong pemerintah provinsi segera menyiapkan kebijakan pertanahan yang komprehensif guna mengantisipasi potensi konflik lahan antara masyarakat dan perusahaan.
Dorongan tersebut muncul seiring adanya temuan baru bahan bakar minyak berbasis kelapa sawit atau “bensin sawit” (Benwit) yang diteliti oleh Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Inovasi ini diolah dari Crude Palm Oil (CPO) dan dinilai berpotensi meningkatkan nilai ekonomi komoditas sawit di masa depan.
“Paling penting itu kebijakan pertanahan, memang urusannya di BPN. Tetapi kebijakan pertanahan Pemprov Jambi harus memikirkan itu,” ujar Nasir, usai menghadiri Musrenbang RKPD Provinsi Jambi Tahun 2027 di rumah dinas Gubernur Jambi, Rabu (15/4/2026).
Nasir menilai, lonjakan nilai ekonomi sawit berpeluang memicu persaingan penguasaan lahan jika tidak diantisipasi sejak dini melalui regulasi yang jelas dan berpihak kepada masyarakat.
“Ekonomi kita tergantung dengan sawit, karena itu sawit semakin mahal. Sekarang ada penemuan baru bensin sawit, saya yakin masyarakat akan diarahkan ke sana. Hal tersebut tentunya akan terjadi konflik lahan kedepannya, ini mesti kita luruskan agar masyarakat aman,” tambahnya.
Nasir menegaskan, pemerintah perlu memastikan distribusi lahan yang adil agar masyarakat tidak hanya menjadi penonton di tengah geliat investasi besar di sektor perkebunan.
“Jangan sampai wilayah kita ini diberikan ke perusahaan besar, jangan sampai kita menonton. Kita berharap pemerintah pusat tidak memberikan konsesi-konsesi kawasan hutan tersebut kepad perusahaan, tetapi juga untuk rakyat,” tegasnya.
Selain kebijakan pertanahan, Nasir juga menyoroti pentingnya kesiapan sektor pendukung, mulai dari alat dan mesin pertanian hingga ketersediaan bibit dan pupuk. Menurutnya, langkah tersebut menjadi kunci agar masyarakat dapat mengambil peran dalam rantai ekonomi sawit yang semakin berkembang.
“Tinggal kita bersiap untuk menyiapkan lat mesin pertanian, bibit, pupuk. Insyaallah kedepannya ekonomi kita akan membaik,” pungkasnya.