Anggota DPRD Provinsi Jambi, H Achmad Sarwani
JAMBI – Anggota DPRD Provinsi Jambi, H Achmad Sarwani, menyoroti tingginya biaya pendaftaran di Pesantren Al Hidayah yang merupakan milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi. Ia menilai, besaran biaya masuk yang mencapai Rp10 juta dinilai memberatkan masyarakat dan tidak sejalan dengan semangat pemerataan pendidikan.
Pernyataan tersebut disampaikan Achmad Sarwani usai menyampaikan pandangan umum fraksi dalam pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Jambi tahun 2026, Selasa (7/4/2026).
Menurut Achmad Sarwani, sebagai lembaga pendidikan yang berada di bawah naungan pemerintah daerah, Pesantren Al Hidayah seharusnya mengedepankan akses pendidikan yang terjangkau, terutama dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di daerah.
“Saya melihat pesantren Al Hidayah milik Pemerintah Provinsi Jambi mestinya berbasis pada kepedulian terhadap SDM. Namun saya dengar dari orang tua siswa biaya masuknya mencapai Rp10 juta, ini terlalu mahal,” ujarnya.
Ia menegaskan, Pemprov Jambi perlu menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung sektor pendidikan dengan menekan biaya yang dibebankan kepada masyarakat.
“Mestinya Pemprov Jambi peduli terhadap pendidikan, seharusnya dikurangi,” tegas Achmad Sarwani.
Lebih lanjut, Acmad Sarwani juga mempertanyakan kontribusi pesantren tersebut terhadap pendapatan asli daerah (PAD). Menurutnya, jika tidak memberikan kontribusi signifikan terhadap PAD, maka setidaknya keberadaan lembaga pendidikan tersebut tidak menjadi beban tambahan bagi masyarakat.
“Secara ekonomi, apa yang bisa dibantu dari Pesantren Al Hidayah? Apa sumbangsihnya ke PAD? tidak ada. Minimal jangan sampai membebankan masyarakat,” pungkasnya.