Juru Bicara Satgas Karhutla Pemprov Jambi, Johansyah
JAMBI – Luas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Jambi terus mengalami perkembangan. Berdasarkan data Satuan Tugas (Satgas) Karhutla Provinsi Jambi per 30 Oktober 2026, total luas lahan yang terdampak kebakaran telah mencapai 5.304,03 hektare.
Di tengah upaya penanganan karhutla, Satgas juga menyoroti keberadaan dua titik panas (hotspot) yang terpantau di wilayah Provinsi Jambi, yakni di kawasan sumur minyak Pertamina, Kabupaten Muaro Jambi, serta di Kabupaten Bungo.
Juru Bicara Satgas Karhutla Pemerintah Provinsi Jambi, Johansyah, menjelaskan bahwa titik panas yang terdeteksi di kawasan sumur minyak Pertamina tersebut bukan disebabkan oleh kebakaran hutan maupun lahan.
“Sumur minyak Pertamina ini kan memang ada titik api yang abadi, jadi bukan kebakaran,” jelas Johansyah saat dihubungi.
Meski demikian, Johansyah meminta pihak Pertamina berkoordinasi dengan Satgas Karhutla maupun Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait keberadaan hotspot tersebut.
Sementara itu, keberadaan hotspot di Kabupaten Bungo juga menjadi perhatian Satgas dalam memantau perkembangan karhutla.
Mengingat, Kabupaten Bungo menjadi salah satu penyumbang karhutla di Provinsi Jambi dengan total luas lahan terbakar 86,75 hektare.



1 thought on “Johansyah Desak Pertamina Surati Satgas Karhutla Soal Hotspot Sumur Minyak di Muaro Jambi”
Comments are closed.