Kalaksa BPBD Provinsi Jambi, Bachyuni Deliansyah
JAMBI – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Jambi terus meluas. Pemerintah Provinsi Jambi memperkirakan luasan lahan yang terbakar saat ini telah mencapai sekitar 500 hektare.
Kondisi ini menjadi perhatian serius, terlebih sejumlah titik kebakaran mulai berdampak terhadap kualitas udara dengan munculnya kabut asap di wilayah Kota Jambi dan Kabupaten Muaro Jambi.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jambi, Bachyuni Deliansyah, didampingi Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Provinsi Jambi Eko Rinjani, mengatakan angka tersebut masih bersifat sementara.
“Belum kita hitung masih perkiraan, nanti kalau sudah pendinginan baru kita bisa hitung. Tapi angkanya diatas 300 hektare lebih,” ujar Bachyuni.
Bachyuni mengungkapkan, salah satu wilayah dengan kebakaran cukup luas berada di Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi. Luasan lahan yang dilahap Si Jago Merah tersebut diperkirakan telah mencapai lebih dari 50 hektare.
Untuk mempercepat penanganan Karhutla, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah menyiapkan dukungan berupa pesawat yang dapat dioperasikan untuk mendukung upaya penanganan kebakaran, termasuk melalui operasi modifikasi cuaca (OMC).
“BNPB telah menyiapkan pesawat yang bisa beroperasi siang ataupun malam ketika ada bibit ujan langsung kita lakukan OMC,” jelas Bachyuni.
Saat ini, tim gabungan terus melakukan upaya pemadaman dan pendinginan di sejumlah lokasi yang dinilai masih muncul titik api.