Gubernur Jambi, Al Haris
JAMBI – Gubernur Jambi, Al Haris menegaskan percepatan pembebasan lahan menjadi kunci utama pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) Ruas Jambi–Rengat Fase I sepanjang 67,45 kilometer, khususnya jalur Pijoan–Bukit Cinto Kenang–Merlung.
Penegasan itu disampaikan Al Haris saat membuka secara resmi Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Pembangunan JTTS Ruas Jambi–Rengat Fase I di Aula Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Provinsi Jambi, Selasa (11/8/2026) pagi.
Dalam rakor tersebut, Al Haris meminta seluruh pihak terkait, mulai dari pemerintah kabupaten, provinsi hingga pemerintah pusat, bergerak cepat menyelesaikan berbagai persoalan yang masih menghambat proses pembangunan di lapangan.
“Karena waktu sudah mendesak, maka dari itu saya berharap untuk membahas apa yang masih kendala di lapangan. Terkait dengan ada fasilitasnya umum yang dilalui oleh jalur tol ini,” ujar Al Haris.
Menurutnya, salah satu persoalan yang perlu segera dituntaskan adalah pendataan lahan yang terdampak pembangunan serta proses ganti kerugian kepada masyarakat.
Al Haris menyebut, secara umum masyarakat telah menyatakan kesepakatannya terhadap pembangunan jalan tol tersebut. Namun, masih terdapat persoalan terkait negosiasi nilai ganti kerugian lahan yang perlu diselesaikan.
“Untuk ganti untung lahan saat ini belum terdata, ini yang harus dibahas. Kalau masyarakat semuanya insyaallah sudah sepakat, mungkin tinggal lagi ada masyarakat yang protes soal negosiasi harga yang berbeda dengan yang dahulu dan sekarang,” jelasnya.
Al Haris menargetkan seluruh proses pembebasan lahan dapat segera dirampungkan sebelum Desember 2026. Menurutnya, percepatan tersebut sangat penting agar pembangunan proyek strategis nasional itu tidak kembali terkendala persoalan lahan.
“Saya harap ini segera cepat selesai,” tegasnya.
Ia juga meminta seluruh pejabat yang terlibat menunjukkan komitmen bersama dalam mempercepat proses tersebut.