Gubernur Jambi Al Haris
JAMBI – Gubernur Jambi, Al Haris, menyambut positif wacana Perum Bulog untuk kembali menghidupkan program tunjangan beras bagi aparatur sipil negara (ASN), TNI dan Polri. Kebijakan tersebut dinilai tidak hanya membantu kesejahteraan aparatur negara, tetapi juga berpotensi menjadi penggerak ekonomi kerakyatan melalui penyerapan beras petani lokal.
Menurut Al Haris, sepanjang program itu memberikan manfaat bagi ASN dan masyarakat, maka Pemerintah Provinsi Jambi siap mendukung pelaksanaannya. Ia berharap kebutuhan beras untuk aparatur nantinya dapat dipenuhi dari hasil produksi petani lokal Jambi.
“Sepanjang itu baik untuk ASN kita, saya kira tidak masalah, kita harap ke depan beras lokal ini kita akan gunakan untuk kebutuhan (lokal),” ujar Al Haris.
Ia menegaskan, kualitas beras produksi petani Jambi saat ini sudah mampu bersaing dan layak dikonsumsi oleh para abdi negara. Dengan jumlah populasi masyarakat Jambi yang besar, potensi serapan beras lokal dinilai sangat menjanjikan.
Al Haris bahkan menargetkan agar kebutuhan beras dari Bulog di Jambi ke depan lebih banyak berasal dari hasil panen petani daerah sendiri. Menurutnya, program tunjangan beras tersebut jangan hanya dipandang sebagai bantuan rutin, tetapi juga sebagai upaya memperkuat ekonomi masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan petani.
Meski saat ini produksi beras Jambi baru mampu memenuhi sekitar 71 persen kebutuhan masyarakat, namun ia optimistis kebijakan tersebut dapat menjadi motivasi bagi petani untuk meningkatkan produktivitas sekaligus kualitas hasil panen.
“Artinya kita berharap beras lokal Jambi yang sudah banyak dibeli oleh Bulog, kembali ke Jambi lagi,” katanya.
Sementara itu, Pimpinan Bulog Wilayah Jambi, Wiwin Indratno, memastikan pihaknya terus melakukan penyerapan gabah dan beras sesuai penugasan pemerintah pusat guna menjaga stabilitas stok pangan nasional.
Bulog Jambi juga memperkuat koordinasi dengan TNI, dinas pertanian, penyuluh hingga brigade pangan untuk memastikan harga Gabah Kering Panen (GKP) tetap berada di angka Rp6.500 per kilogram sesuai Instruksi Presiden (Inpres).
Hingga 7 Mei 2026, stok cadangan beras di gudang Bulog Jambi tercatat mencapai 11.507 ton. Jumlah tersebut diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat Jambi hingga lima bulan ke depan.
“Kita tegak lurus mendukung seluruh kebijakan yang diputuskan oleh pusat, siap intinya,” kata Wiwin.