Ilustrasi PDAM Tirta Mayang prioritaskan pelayanan air bersih di Kota Jambi
JAMBI – Perumda Air Minum (PDAM) Tirta Mayang Kota Jambi memastikan pelayanan air bersih kepada masyarakat tetap menjadi prioritas meski tengah menghadapi tantangan berat akibat menurunnya debit Sungai Batanghari dan tingginya tingkat kekeruhan air baku di musim kemarau.
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Direktur Utama PDAM Tirta Mayang Kota Jambi, Arianto, ST, didampingi Direktur Administrasi dan Keuangan Andri Susanto, S.Kom, Direktur Teknik Eri Suganda, ST, serta jajaran staf jajaran.
Menurut Arianto, fenomena El Nino menyebabkan debit sungai terus berubah antara pasang dan surut. Saat ini, tinggi muka air Sungai Batanghari berada di angka 130 sentimeter atau masuk kategori siaga.
“Untuk saat ini masih bisa kita layani, namun tingkat kekeruhan sangat tinggi mencapai 1.500 NTU, artinya 5 kali lipat dari batas olahan kami,” ujar Arianto.
Ia menjelaskan, apabila seluruh debit air dipaksakan masuk ke instalasi pengolahan, kualitas air yang didistribusikan kepada pelanggan berpotensi tidak memenuhi standar kejernihan. Karena itu, PDAM Tirta Mayang Kota Jambi mengurangi kapasitas produksi agar proses pengolahan tetap menghasilkan air yang layak didistribusikan.
Kondisi ini tentu berdampak pada terganggunya distribusi air bersih di sejumlah wilayah Kota Jambi, di antaranya Kecamatan Paal Merah, Jambi Selatan, Kota Baru, Jelutung, Danau Sipin, dan Telanaipura.
Sebagai langkah antisipasi menghadapi puncak musim kemarau, PDAM Tirta Mayang Kota Jambi tengah memasang pompa fleksibel yang dapat mengikuti perubahan permukaan air Sungai Batanghari sehingga proses pengambilan air baku tetap berjalan meski debit sungai terus menurun.
“Kami lagi mengerjakan untuk mengantisipasi kemarau dengan mengadakan pompa pleksibel dengan mengikuti permukaan air sungai,” katanya.
Arianto menegaskan, arahan Wali Kota Jambi menjadi pedoman utama bagi PDAM Tirta Mayang untuk tetap mengutamakan pelayanan kepada masyarakat.
“Kami diperintah pak Wali Kota, pelayanan tetap diutamakan. Kalaupun tidak optimal, yang penting tetap mengalir,” tegasnya.
Selain itu, PDAM Tirta Mayang Kota Jambi juga telah menerbitkan Surat Keputusan (SK) pembentukan Tim Siaga dan Antisipasi Bencana Hidrometeorologi Kering guna mempercepat penanganan apabila terjadi gangguan distribusi air.
Melalui tim tersebut, PDAM Tirta Mayang Kota Jambi menyiapkan layanan distribusi air bersih menggunakan mobil tangki secara gratis bagi pelanggan yang terdampak. Setiap harinya, sekitar 18 armada mobil tangki disiagakan untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.
“Kami mengantisipasi wilayah yang terdampak lami sudah menerbitkan SK tim siap siaga dan antisipasi bencana hidrometrologi kering, dengan adanya tim ini kami akan memberikan layanan dengan mobil tanki secara gratis sekitar 18 mobil per/hari,” tutup Arianto.