Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Jambi, Hesnidar Haris
JAMBI – Sebanyak 200 peserta dari seluruh kabupaten/kota di Provinsi Jambi mengikuti kegiatan Bhakti Sosial Pembinaan bagi anak sekolah berkebutuhan khusus, khususnya penyandang tuna rungu.
Kegiatan tersebut berlangsung di Balai Adat Pendopo Kantor Gubernur Jambi, Sabtu (22/8/2026), dan menjadi bagian dari upaya meningkatkan kepedulian terhadap anak berkebutuhan khusus di Provinsi Jambi.
Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Jambi, Hesnidar Haris atau yang akrab disapa Hesti Haris, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat, khususnya anak-anak berkebutuhan khusus.
Dalam kegiatan itu, anak-anak mendapatkan pendampingan dan terapi dari tenaga ahli, Yuli Hendro Priyono (YHP).
“Kami sampaikan kepada anak-anak yang akan diterapi oleh ahlinya pak YHP (Yuli Hendro Priyono). Saya tidak menjanjikan sembuh, tapi ini kepedulian kita untuk masyarakat Jambi yang terbaik,” ujar Hesti Haris.
Hesti Haris berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi anak-anak berkebutuhan khusus sekaligus menjadi momentum untuk meningkatkan perhatian masyarakat terhadap kebutuhan mereka.
Sementara itu, Gubernur Jambi Al Haris yang diwakili Asisten I Setda Provinsi Jambi, Arief Munandar, menegaskan bahwa pemerintah daerah memberikan perhatian besar terhadap masyarakat penyandang disabilitas.
Ia menyebut, pembangunan yang inklusif bagi penyandang disabilitas telah menjadi bagian dari program strategis Pemerintah Provinsi Jambi.
Ia menjelaskan, salah satu bentuk perhatian pemerintah diwujudkan melalui program Pro Jambi Cerdas, yang turut memberikan dukungan bagi siswa SMA, SMK maupun SLB dari keluarga kurang mampu.
“Pemerintah Provinsi Jambi menaruh perhatian besar bagi masyarakat disabilitas, program pembangunan ini masuk dalam program strategis Pemprov Jambi. Melalui Pro Jambi Cerdas membantu bagi siswa SMK/SMA/SLB yang kurang mampu,” katanya.
Pemprov Jambi, lanjut Arief, juga memastikan penyandang disabilitas memiliki kesempatan dan hak yang sama dalam memperoleh pendidikan.
“Pemprov Jambi memastikan bahwa akses untuk penyandang disabilitas mendapatkan hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan,” tegas Arief.
Selain pembinaan dan terapi, kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk memantau kondisi gizi anak sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pola asuh yang tepat bagi anak berkebutuhan khusus.
“Kegiatan ini penting memantau untuk memantau gizi dan memeberikan edukasi kepada masyarakat terkait pola asuh untuk anak berkebutuhan khusus,” pungkasnya.
1 thought on “Hari Bhakti Sosial 2026: Hesti Haris Tegaskan Kepedulian untuk Anak Berkebutuhan Khusus di Jambi”
Comments are closed.