Ketua DPRD Provinsi Jambi, M Hafiz Fattah
JAMBI – Dugaan kasus pelecehan seksual yang melibatkan seorang tenaga kependidikan di SMA Negeri 10 Kota Jambi menjadi sorotan. Peristiwa tersebut diduga terjadi saat pelaksanaan Upacara Hari Lahir Pancasila pada Senin (1/6/2026).
Informasi yang beredar menyebutkan, seorang guru berinisial RV diduga menjadi korban tindakan pelecehan seksual yang dilakukan oleh Kepala Tata Usaha sekolah berinisial PH saat kegiatan berlangsung.
Menanggapi kabar tersebut, Ketua DPRD Provinsi Jambi, M Hafiz Fattah meminta Dinas Pendidikan Provinsi Jambi segera mengambil langkah cepat dengan memanggil pihak-pihak terkait guna mengklarifikasi persoalan yang terjadi.
“Kita minta Dinas Pendidikan untuk segera memanggil pihak terkait untuk mengambil langkah selanjutnya. Kalau memang terjadi, ada yang harus diperbaiki dari oknum TU. Kalau ada kesalahpahaman agar ini segera diselesaikan,” ujar Hafiz Fattah.
Ia menegaskan, dunia pendidikan harus menjadi ruang yang aman dan nyaman bagi seluruh tenaga pendidik maupun peserta didik. Karena itu, setiap persoalan yang berpotensi mencoreng citra pendidikan harus ditangani secara serius dan profesional
“Kita berharap jangan ada lagi dunia pendidikan yang tercoreng di Provinsi Jambi,” tegasnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi,
M Umar, mengatakan pihak sekolah telah melakukan mediasi awal terhadap persoalan tersebut.
“Td sore ado kepsek telpon,Sudah di mediasi kepsek td siang. Infonyo, besok akan dimediasi lanjutan,” kata Umar, Senin (1/6/2026) saat dihubungi melalui pesan WhatsApp.
Umar berharap proses mediasi yang dilakukan dapat menghasilkan penyelesaian terbaik bagi seluruh pihak yang terlibat.
“Mudh2an biso segera selesai,” pungkasnya.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak terlapor terkait dugaan tersebut. Proses mediasi lanjutan dijadwalkan berlangsung untuk mengklarifikasi dan menyelesaikan persoalan yang terjadi.