Kabid Kedaruratan dan Logistik, Andre Eko Rinjani ikut padamkan api di kawasan Tahura Orang Kayo Hitam
JAMBI – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jambi bersama Satgas Karhutla terus berjibaku melakukan pemadaman di sejumlah wilayah yang masih dilanda kebakaran.
Hingga Kamis (8/10/2026), luas hutan dan lahan yang terbakar di Provinsi Jambi tercatat mencapai 4.327,04 hektare yang tersebar di sejumlah kabupaten/kota.
BPBD Provinsi Jambi juga mencatat terdapat 123 titik panas (hotspot) pada hari ini. Sementara itu, akumulasi hotspot sepanjang 2026 telah mencapai 12.878 titik.
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jambi Bachyuni Deliansyah melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik, Andre Eko Rinjani, mengatakan Kabupaten Batang Hari masih menjadi wilayah dengan luasan karhutla terbesar di Provinsi Jambi.
“Batang Hari 1.348,18 hektare, Tanjabbarat 666,45 hektare, Tanjabtimur 659,18 hektare, Sarolangun 508,55 hektare, Tebo 403,76 hektare, Bungo 86,75 hektare, Merangin 17,30 hektare, dan Muaro Jambi 628,87 hektare,” ujar Andre Eko Rinjani di sela-sela pemadaman api di kawasan Tahura Orang Kayo Hitam, Kabupaten Muaro Jambi.
Andre Eko Rinjani menjelaskan, saat ini upaya pemadaman di kawasan Tahura Orang Kayo Hitam masih berlangsung. Tim di lapangan masih berjibaku menangani titik api, sehingga luasan karhutla di kawasan tersebut belum dapat dihitung secara keseluruhan.
“Untuk dilokasi tahura blm bs dihitung krn tim mash pemadaman,” jelasnya.
Sementara itu, berdasarkan data BPBD Provinsi Jambi hingga saat ini belum ditemukan kejadian karhutla di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh.
Namun, BPBD Provinsi Jambi terus melakukan upaya sosialisasi kepada masyarakat untuk tidak membuka lahan secara dibakar.