Makan Bergizi Gratis
JAMBI – Sejumlah daerah di Provinsi Jambi menolak Makanan Bergizi Gratis (MBG) dari pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayahnya dinilai tidak memberikan menu yang bervariatif.
Hal ini tentunya memicu konflik terhadap program unggulan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Mengingat, sasaran utama MBG ini untuk meningkatkan gizi anak-anak dan kelompok rentan untuk mencegah stunting.
Salah seorang guru di SMKN 9, Kabupaten Muaro Jambi sangat menyayangkan persoalan tersebut. Menurutnya, menu yang disajikan oleh SPPG sangat membosankan, sehingga menyebabkan makanan banyak terbuang dan tidak dinikmati oleh siswa dan siswi.
“Mubazir nian tidak dimakan anak-anak,” ujarnya.
Sementara itu, siswa dan siswi SMKN 9 Muaro Jambi mengaku bosan dengan menu MBG yang setiap harinya telur goreng.
“Kami bosan pak makan telur bunga ini pak. Noleh di kasih telor, cuma tu di kreasiin,” ujar salah satu siswa.
Sebelumnya, kejadian sama juga dialami oleh pihak sekolah di SMA N 7 Kabupaten Kerinci yang mengkritik menu MBG tyanh dinilai tidak kreatif.
“Kami kemarin itu menolak menu MBG, dikarenakan membosankan atau itu ke itu saja. Ayam dan telur yang direbus atau digoreng,” kata pihak sekolah SMA N 7 Kota Jambi.
Persoalan ini tentunya membuat program unggulan Presiden Prabowo Subianto kian dikritik oleh masyarakatnya sendiri, hal ini harus ada langkah konkret dari Badan Gizi Nasional (BGN) wilayah Jambi guna mengawasi dapur SPPG yang dinilai hanya mencari keuntungan.