Kepsek SMPN 7 Kota Jambi, Erdalena
JAMBI – Kepala SMPN 7 Kota Jambi, Erdalena, S.Pd, M.Pd, menegaskan bahwa guru yang sempat diduga mengalami keracunan akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG) beberapa waktu lalu, dipastikan tidak terkait dengan makanan yang dikonsumsi.
Hal tersebut disampaikan Erdalena saat ditemui awak media pada Senin (13/4/2025) di lingkungan sekolah.
Ia menjelaskan, peristiwa bermula ketika seorang guru merasakan mual setelah mengonsumsi makanan dari program MBG. Menindaklanjuti kondisi tersebut, pihak sekolah bersama tim MBG dan Unit Kesehatan Sekolah (UKS) segera mengambil langkah cepat dengan membawa yang bersangkutan ke puskesmas terdekat.
“Setelah mengonsumsi MBG ada guru merasa mual, kemudian dibawa oleh pihak MBG dan UKS kami ke Puskesmas. Dari puskesmas dirujuk ke RSUD Raden Mattaher,” tuturnya.
Namun, berdasarkan hasil pemeriksaan medis dan laboratorium, diketahui bahwa kondisi yang dialami guru tersebut bukanlah keracunan makanan. Gejala yang muncul disebabkan oleh meningkatnya asam lambung.
“Dari hasil lab, guru tersebut bukan keracunan MBG. Tetapi saat itu asam lambung mereka tinggi,” ujar Erdalena.
Erdalena juga menambahkan bahwa pihak sekolah bersama Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tetap berkomitmen untuk meningkatkan kualitas dan pengawasan program MBG ke depan. Evaluasi akan terus dilakukan guna memastikan keamanan dan kenyamanan seluruh penerima manfaat.
“Kami sama pihak SPPG berkomitmen bahwa kedepannya lebih teliti dan disiplin,” tegasnya.
Klarifikasi ini diharapkan dapat meluruskan informasi yang beredar di masyarakat sekaligus menjaga kepercayaan terhadap program MBG yang tengah berjalan di Kota Jambi.