Gubernur Jambi Al Haris
JAMBI – Sejumlah mahasiswa asal Jambi yang tengah menempuh pendidikan di luar daerah mengeluhkan belum tersentuh program beasiswa dari Pemerintah Provinsi. Keluhan ini mencuat karena mereka merasa memiliki hak yang sama, terutama bagi mahasiswa berprestasi maupun yang berasal dari keluarga kurang mampu.
Menanggapi hal tersebut, Gubernur Jambi Al Haris menegaskan perlunya pembenahan dalam mekanisme penyaluran beasiswa agar lebih adil dan merata.
“Kedepan jangan lagi ada yang di dalam Provinsi Jambi. Ketika anak Jambi kuliah di luar yang memprihatinkan dan membutuhkan uang untuk kuliah, kenapa tidak. Ini juga anak jambi,” tegasnya.
Gubernur Al Haris menyoroti persoalan utama yang diduga terletak pada sistem seleksi penerima beasiswa. Ia menyebut, keterlibatan panitia seleksi dari kampus-kampus di Jambi menjadi salah satu faktor yang perlu dievaluasi.
“Jangan sampai ini berlaku di Provinsi Jambi. Karena panitia seleksinya dari kampus Jambi, itu masalahnya,” ujar Al Haris.
Namun demikian, saat ditanya mengenai kemungkinan pergantian panitia seleksi (pansel), Gubernur Al Haris menegaskan hal tersebut tidak akan dilakukan.
“Gak mungkin,” singkatnya.
Di sisi lain, data realisasi program beasiswa tahun 2025 menunjukkan sebanyak 436 mahasiswa telah menerima bantuan dari pemerintah provinsi. Rinciannya meliputi 183 mahasiswa S1 dari kalangan kurang mampu, 101 mahasiswa S1 berprestasi, 51 mahasiswa S2 umum, 39 mahasiswa S3 umum, serta 62 mahasiswa S3 dari kalangan dosen.
Meski jumlah penerima terbilang ratusan, polemik ini menunjukkan masih adanya celah dalam pemerataan akses beasiswa, khususnya bagi mahasiswa Jambi yang menempuh pendidikan di luar daerah.
Pemerintah provinsi pun diharapkan dapat segera melakukan evaluasi menyeluruh agar program beasiswa benar-benar menjangkau seluruh putra-putri daerah tanpa terkecuali.