DLH Kota Jambi bersihkan tumpukan sampah di Terminal Alam Barajo
JAMBI – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jambi bergerak cepat merespons keluhan masyarakat setelah viralnya tumpukan sampah yang menggunung di Tempat Penampungan Sementara (TPS) Terminal Alam Barajo.
Sejak Kamis (19/3/2026) pagi, tim DLH Kota Jambi langsung turun ke lokasi dengan mengerahkan satu unit alat berat jenis bekoloder serta 10 armada truk pengangkut sampah. Langkah ini diambil untuk mempercepat proses pembersihan di kawasan yang menjadi salah satu titik vital aktivitas masyarakat tersebut.
Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Mobilisasi Persampahan DLH Kota Jambi, Parmono, menyebutkan pembersihan telah dimulai sejak pukul 09.30 WIB. Ia optimistis seluruh tumpukan sampah di TPS Terminal Alam Barajo dapat diselesaikan dalam satu hari.
“Pembersihan sudah kita mulai pukul 09.30, sudah 10 armada truk yang mengangkut sampah disini. Insyaallah hari ini semuanya clear untuk di terminal Alam Barajo,” ujarnya.
Tak hanya fokus pada penanganan cepat, DLH Kota Jambi juga menyiapkan langkah lanjutan guna menjaga kebersihan kawasan tersebut. Satu unit bekoloder akan disiagakan hingga menjelang Hari Raya Idul Fitri.
“Besok kami akan tetap melakukan pembersihan, bahkan sampai dini hari lebaran Idul Fitri. Bekoloder akan kita siagakan sampai malam lebaran, setelah habis lebaran kalau memungkinkan akan kita turunkan,” tambahnya.
Parmono juga mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari RT, lurah hingga camat, untuk lebih aktif mengedukasi warga terkait pengelolaan sampah. Ia menekankan pentingnya kepatuhan terhadap jadwal pembuangan sampah serta aturan yang telah ditetapkan dalam peraturan daerah.
DLH Kota Jambi pun telah menetapkan jam pembuangan sampah dimulai pukul 18.00 hingga 06.00 WIB. Namun, di lapangan masih ditemukan pelanggaran, terutama dari pelaku usaha yang membuang sampah menggunakan kendaraan seperti gerobak motor dan pick up di luar jam yang ditentukan.
Melalui langkah cepat ini, DLH Kota Jambi berharap persoalan penumpukan sampah di Terminal Alam Barajo tidak kembali terulang, sekaligus menjaga kenyamanan masyarakat menjelang perayaan Idul Fitri.