Bupati Tanjung Jabung Barat, Anwar Sadat
JAMBI – Bupati Anwar Sadat menegaskan bahwa efisiensi anggaran berdampak signifikan terhadap alokasi pembangunan di Kecamatan Betara pada 2026. Anggaran yang sebelumnya mencapai Rp52,28 miliar kini turun drastis menjadi Rp16,17 miliar.
Penurunan ini, menurutnya, merupakan bagian dari kebijakan efisiensi yang cukup besar di tingkat daerah. Pada 2025, anggaran pembangunan di Kecamatan Betara bahkan sempat berada di kisaran Rp55,28 miliar. Namun, memasuki 2026, belanja pembangunan harus disesuaikan dengan kondisi fiskal yang ada.
Meski demikian, orang nomor satu di Kabupaten Tanjung Jabung Barat itu memastikan program prioritas tetap berjalan. Salah satunya adalah program bedah rumah yang terus digulirkan untuk membantu masyarakat kurang mampu.
“Termasuk program bedah rumah yang telah dilaksanakan sekitar 1.200 unit di Kecamatan Betara,” ungkapnya.
Ia berharap anggaran sebesar Rp16,17 miliar yang tersedia pada 2026 dapat dimaksimalkan oleh pihak kecamatan dan desa untuk menjawab kebutuhan mendesak masyarakat.
Di sisi lain, Anwar Sadat juga menyoroti persoalan stunting yang masih menjadi perhatian serius. Saat ini, angka stunting di Kabupaten Tanjung Jabung Barat berada di kisaran 7 persen. Secara rinci, di Desa Teluk Kulbi tercatat delapan kasus, sementara di Kecamatan Betara secara keseluruhan terdapat 42 kasus yang membutuhkan penanganan serius dan terpadu.
“Kita berharap upaya pencegahan dan penanganan stunting ini terus diperkuat demi kesehatan dan masa depan anak-anak kita,” tegasnya.
Selain isu anggaran dan kesehatan, Bupati turut mengingatkan pentingnya menjaga infrastruktur jalan, khususnya ruas Parit Deli hingga Simpang Serdang. Jalan tersebut merupakan penghubung strategis antara Kuala Betara dan Betara, sekaligus menjadi akses gerbang menuju Kabupaten Tanjung Jabung Timur.
Ia meminta agar kendaraan dengan tonase di atas 5–7 ton tidak dibiarkan melintas demi menjaga kualitas jalan tetap baik.
Tak hanya itu, Anwar Sadat juga mengimbau masyarakat untuk menjaga keharmonisan dan ketertiban, termasuk tidak menggelar hiburan hingga larut malam yang dapat mengganggu kekhusyukan ibadah.
Dengan berbagai tantangan yang ada, ia berharap seluruh elemen masyarakat dapat bersinergi mendukung pembangunan, meskipun di tengah keterbatasan anggaran.