Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jambi, Dr. dr. Hj. Ike Silviana, MKM, Sp.KKLP, FISQua
JAMBI – Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Provinsi Jambi mulai menunjukkan penurunan setelah sempat mengalami peningkatan dalam beberapa pekan terakhir di tengah kondisi kabut asap.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Jambi, kasus ISPA pada Minggu ke-37 periode 13-19 September 2026 tercatat sebanyak 7.236 kasus. Angka tersebut turun dibandingkan pekan sebelumnya yang mencapai 7.824 kasus.
“Kasus ISPA pada Minggu 37 (13-19 September 2026) sebanyak 7236 dari kasus 7824 sebelumnya kasus ISPA pada minggu 36,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jambi, Dr. dr. Hj. Ike Silviana, MKM, Sp.KKLP, FISQua, Rabu (23/9/2026).
Jika melihat perkembangan selama periode kabut asap, kasus ISPA sempat mengalami tren peningkatan. Pada Minggu ke-34 (23-29 Agustus 2026) tercatat 7.521 kasus, kemudian naik menjadi 7.563 kasus pada Minggu ke-35 (30 Agustus-5 September 2026).
Peningkatan terus berlanjut pada Minggu ke-36 (6-12 September 2026) dengan 7.824 kasus. Namun, pada Minggu ke-37 angka tersebut turun menjadi 7.236 kasus.
Kota Jambi menjadi wilayah dengan jumlah kasus ISPA tertinggi di Provinsi Jambi. Meski demikian, Dinkes mencatat adanya penurunan kasus dalam dua pekan terakhir.
“Kota Jambi memiliki jumlah kasus tertinggi, namun mulai terjadi penurunan dalam 2 minggu terakhir ini. Sempat memiliki kasus 2170 kasus pada minggu 34 dan menurun pada minggu 36 (1747 kasus), serta minggu 37 (1667 kasus),” ungkap Ike.
Penurunan kasus juga terjadi di sejumlah daerah lainnya, di antaranya Kabupaten Bungo, Batanghari, Merangin dan Sarolangun.
“Penurunan tertinggi terjadi di Kab Bungo dari 948 kasus (Minggu 36) menjadi 448 kasus (Minggu 37). Kabupaten Kerinci, Tanjab Timur, Tanjab Barat, dan Tebo masih relatif sama dengan jumlah kasus pada minggu 36,” jelas Ike.
Meski kasus mulai menurun, Dinas Kesehatan Provinsi Jambi tetap meminta seluruh jajaran kesehatan di kabupaten dan kota meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi peningkatan kasus ISPA akibat kabut asap.
“Dinas Kesehatan Provinsi Jambi telah mengeluarkan surat edaran ke Kabupaten/Kota untuk persiapan peningkatan kasus ISPA baik untuk kesiapan pelayanan oleh tenaga kesehatan, Tim Gerak Cepat dan kesiapan logistik di Puskesmas dan Dinkes Kab/Kota,” kata Ike.
Dinkes Provinsi Jambi juga terus melakukan pemantauan melalui pertemuan langsung maupun secara daring terkait perkembangan terkini kasus ISPA di Kabupaten/Kota.
Sampai saat ini kasus ISPA masih ditangani oleh Puskesmas di masing-masing wilayah.
Kadinkes Ike juga mengimbau masyarakat sebagai upaya meminimalisir terjadinya peningkatan kasus ISPA di Provinsi Jambi.
“Himbauan bagi masyarakat untuk kondisi udara yang tidak sehat untuk membatasi kegiatan diluar ruangan, menggunakan masker bila keluar rumah jika ada keperluan, perhatikan kondisi kesehatan bagi kelompok rentan (anak-ibu hamil-ibu menyusui, lansia, dan orang dengan penyakit komorbid (jantung dan paru2), serta jaga kebersihan lingkungan. Jika sakit segera menghubungi Fasyankes terdekat,” pungkasnya.