Anggota DPRD Provinsi Jambi, Mohd Rendra Ramadhan Usman
JAMBI – Kematian dokter muda, dr. Myta Aprilia Azmi, yang tengah menjalani masa magang di RSUD KH Daud Arif, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, memicu sorotan tajam dari kalangan legislatif. Dugaan beban kerja berlebih hingga perlakuan tidak manusiawi menjadi perhatian serius yang kini didesak untuk diusut secara menyeluruh.
Anggota DPRD Provinsi Jambi dari dapil Tanjung Jabung Barat–Tanjung Jabung Timur,
Mohd Rendra Ramadhan Usman, tanpa kompromi mendesak Kementerian Kesehatan Republik Indonesia untuk segera turun tangan.
“Harus ada audit dari kemenkes apa yang terjadi. Segera menindak tegas terhadap perlakuan perlakuan tidak berperikemanusiaan,” ujarnya.
Rendra menilai, kasus ini tidak bisa disederhanakan sebagai insiden biasa. Menurutnya, seluruh pihak yang bertugas saat kejadian wajib diperiksa secara menyeluruh, mulai dari dokter jaga, dokter spesialis yang on call, hingga sistem absensi dan standar operasional (SOP) yang berlaku di rumah sakit tersebut.
Selain itu, Rendra juga menyinggung budaya senioritas dalam dunia kedokteran yang kerap dijadikan tameng. Ia menegaskan, hierarki profesi tidak boleh menjadi legitimasi untuk membebani dokter muda secara berlebihan hingga mengancam keselamatan mereka.
“Kita sangat paham senioritas di dunia kedokteran. Jenjang Dr koas , dr internship, dokter umum, dr residen, dr spesialis. Sebaiknya jika terlalu berlebihan memberikan pekerjaan segera di tindak saja,” tegas Rendra.
Rendra berharap tragedi yang menimpa dr. Myta Aprilia Azmi menjadi yang terakhir dan tidak pernah terulang kembali di dunia kesehatan Provinsi Jambi.